Pertumbuhan kredit Krom Bank mencatatkan lonjakan hingga 102% year-on-year (yoy) per Februari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, saat total penyaluran kredit baru mencapai Rp 4,63 triliun. Kini, jumlahnya melonjak menjadi Rp 9,37 triliun.
Lonjakan ini didorong terutama oleh sektor multiguna dan konsumsi. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyebut bahwa kedua sektor tersebut menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan kredit bank tersebut di awal tahun 2026.
Faktor Penyebab Pertumbuhan Kredit Krom Bank
Pertumbuhan kredit yang mencapai dua digit bukan kejadian kebetulan. Ada beberapa faktor yang mendukung lonjakan ini, mulai dari strategi operasional bank hingga kondisi ekonomi yang mendukung permintaan kredit.
1. Sektor Multiguna dan Konsumsi Jadi Penopang Utama
Sektor multiguna dan konsumsi menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan kredit Krom Bank. Kebutuhan masyarakat akan pinjaman untuk kebutuhan konsumsi, seperti pembelian kendaraan, renovasi rumah, hingga kebutuhan personal lainnya, terus meningkat.
2. Momentum Hari Besar Nasional
Krom Bank memanfaatkan momentum hari besar nasional, khususnya di bulan Maret 2026, untuk mendorong penyaluran kredit. Hari besar seperti HUT RI, Idul Fitri, dan lainnya biasanya mendorong permintaan kredit konsumtif.
3. Fokus pada UMKM dan Retail
Bank ini juga menargetkan sektor UMKM dan retail sebagai prioritas utama. Dengan pendekatan yang hati-hati namun agresif, Krom Bank mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil dan masyarakat umum yang membutuhkan modal usaha atau kebutuhan konsumtif.
Strategi Krom Bank dalam Menyalurkan Kredit
Meski pertumbuhan kreditnya tinggi, Krom Bank tetap menjaga kualitas portofolio kreditnya. Strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada volume, tetapi juga pada keberlanjutan dan mitigasi risiko.
1. Pendekatan Disiplin dalam Analisis Risiko
Anton Hermawan menegaskan bahwa setiap nasabah yang mengajukan kredit melalui proses analisis risiko yang ketat. Ini memastikan bahwa kualitas kredit tetap terjaga meski volume penyaluran meningkat pesat.
2. Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi
Krom Bank juga mengandalkan teknologi untuk mempercepat proses pengajuan dan penyaluran kredit. Dengan digitalisasi, proses verifikasi dan approval menjadi lebih cepat, menarik lebih banyak nasabah.
3. Program Khusus untuk Sektor Prioritas
Program kredit khusus ditawarkan untuk sektor-sektor strategis seperti UMKM dan konsumsi produktif. Ini membantu mempercepat penyaluran sambil tetap menjaga fokus pada sektor-sektor yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Perbandingan Pertumbuhan Kredit Krom Bank dan Nasional
Meskipun pertumbuhan kredit Krom Bank sangat tinggi, kondisi ini berbeda dengan pertumbuhan kredit secara nasional. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan hanya mencapai 9,37% yoy per Februari 2026, turun dari 9,96% pada Januari 2026.
| Indikator | Krom Bank | Nasional (BI) |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Kredit (Februari 2026) | 102% (yoy) | 9,37% (yoy) |
| Volume Kredit | Rp 9,37 Triliun | – |
| Fokus Utama | Multiguna, Konsumsi, UMKM | Segmen Umum |
| Tahun Dasar | 2025 vs 2026 | 2025 vs 2026 |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan moneter.
Dampak Pertumbuhan Kredit Krom Bank bagi Ekonomi
Lonjakan kredit dari Krom Bank tidak hanya menguntungkan bank itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi secara luas.
1. Mendorong Daya Beli Masyarakat
Dengan meningkatnya penyaluran kredit konsumsi dan multiguna, daya beli masyarakat ikut meningkat. Ini berdampak langsung pada pertumbuhan sektor ritel dan jasa.
2. Meningkatkan Modal Kerja UMKM
UMKM sebagai sektor prioritas mendapat akses kredit yang lebih mudah. Ini membantu mereka dalam mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi terhadap PDB.
3. Menguji Ketahanan Sistem Perbankan
Pertumbuhan kredit yang cepat juga menjadi tantangan tersendiri bagi sistem perbankan. Krom Bank harus terus menjaga kualitas aset dan likuiditas agar tidak terjadi penumpukan risiko kredit bermasalah.
Tantangan yang Dihadapi Krom Bank ke Depan
Meski pertumbuhan kreditnya mengesankan, Krom Bank juga menghadapi sejumlah tantangan ke depan.
1. Menjaga Kualitas Portofolio Kredit
Dengan volume kredit yang meningkat pesat, risiko kredit bermasalah juga bisa ikut naik. Oleh karena itu, bank harus terus memperkuat sistem manajemen risiko.
2. Persaingan dengan Bank Lain
Pertumbuhan Krom Bank yang agresif bisa memicu persaingan ketat dengan bank lain. Ini bisa berdampak pada perang harga dan penawaran produk kredit yang semakin ketat.
3. Kebijakan Moneter yang Ketat
Kebijakan Bank Indonesia yang cenderung hati-hati dalam menurunkan suku bunga bisa membatasi pertumbuhan kredit di masa mendatang. Krom Bank harus pandai menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif.
Proyeksi Kinerja Krom Bank di Kuartal I 2026
Anton Hermawan optimistis bahwa pertumbuhan kredit Krom Bank akan terus berlanjut di kuartal I 2026. Apalagi dengan sejumlah momentum besar seperti Lebaran dan libur panjang yang biasanya mendorong permintaan kredit konsumtif.
Bank juga berencana untuk terus memperluas jaringan digital dan layanan offline untuk menjangkau lebih banyak nasabah. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga momentum pertumbuhan yang tinggi.
Kesimpulan
Pertumbuhan kredit Krom Bank yang mencapai 102% per Februari 2026 menunjukkan bahwa bank ini berhasil memanfaatkan peluang pasar dengan baik. Fokus pada sektor konsumsi, multiguna, dan UMKM menjadi kunci kesuksesan strategi mereka. Namun, tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menjaga kualitas portofolio kredit dan tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













