Pertumbuhan transaksi digital di Bank BRI terus menunjukkan tren positif hingga akhir 2025. Lonjakan aktivitas transaksi dari segmen ritel hingga korporasi memberikan dampak langsung pada penguatan dana murah. Strategi yang diambil BRI dalam memperkuat struktur pendanaan terbukti efektif, sekaligus mendukung transformasi digital perbankan.
Langkah ini merupakan bagian dari program transformasi BRIVolution Reignite, khususnya dalam memperkuat funding franchise. Fokus utamanya adalah pada peningkatan efisiensi dan stabilitas pendanaan berbasis dana murah. Dengan begitu, BRI bisa menjaga rasio CASA tetap tinggi dan biaya dana tetap kompetitif.
Peningkatan Transaksi Digital di Segmen Ritel
1. BRImo Jadi Andalan Utama
BRImo sebagai SuperApp BRI mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga 45,9 juta di akhir 2025. Angka ini naik 18,9% secara tahunan. Tidak hanya jumlah pengguna, nilai transaksi melalui aplikasi ini juga melonjak 26,4% YoY, mencapai Rp 7.076,9 triliun.
2. Ekosistem Pembayaran yang Terus Dikembangkan
Selain aplikasi, BRI juga memperluas ekosistem pembayaran digital. Fokusnya pada integrasi layanan ke dalam satu platform yang mudah diakses. Ini termasuk kolaborasi dengan berbagai merchant dan penyedia layanan digital lainnya.
Transaksi Korporasi Makin Canggih
1. Qlola Dorong Efisiensi Transaksi Bisnis
Di segmen menengah dan korporasi, BRI mengandalkan platform Qlola. Platform ini memberikan layanan transaksi end-to-end yang efisien. Pengguna aktif Qlola tercatat sebanyak 113.000 di akhir 2025, naik 48,1% YoY.
2. Volume Transaksi Qlola Tembus Rp13.456 Triliun
Volume transaksi melalui Qlola juga melonjak 36,2% YoY, mencapai Rp 13.456 triliun. Ini menunjukkan semakin tingginya adopsi teknologi digital oleh pelaku usaha menengah dan korporasi.
Peningkatan Akseptasi QRIS
1. QRIS BRI Tembus 782,8 Juta Transaksi
Transaksi melalui QRIS BRI mencatatkan lonjakan luar biasa. Sales volume naik 100% YoY menjadi Rp 85,6 triliun. Jumlah transaksi juga melonjak 127,5% YoY, mencapai lebih dari 782,8 juta transaksi.
2. Merchant Makin Responsif Terhadap QRIS
Volume penjualan merchant yang menggunakan QRIS BRI meningkat 48,1% YoY menjadi Rp 223,2 triliun. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang beralih ke metode pembayaran digital.
Dampak pada Struktur Pendanaan
1. Rasio CASA Tetap Tinggi di 70,6%
Peningkatan aktivitas transaksi digital berdampak langsung pada penguatan dana giro dan tabungan. Rasio CASA BRI tercatat sebesar 70,6% di akhir 2025. Angka ini menunjukkan bahwa lebih banyak dana murah yang masuk ke bank.
2. Biaya Dana Turun Jadi 2,9%
Seiring dengan itu, biaya dana (cost of fund) DPK BRI membaik menjadi 2,9%, turun dari 3,1% di akhir 2024. Ini menunjukkan efisiensi dalam penghimpunan dana.
Dana Pihak Ketiga Tembus Rp1.467 Triliun
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4% YoY di akhir 2025, mencapai Rp 1.467 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan transaksi digital dan adopsi layanan perbankan yang lebih luas.
Strategi Ke Depan: Fokus pada Digital dan Inklusi
1. Perluas Ekosistem Digital
BRI berkomitmen untuk terus mengembangkan platform digital. Ini termasuk mengoptimalkan BRImo, Qlola, dan QRIS agar lebih user-friendly dan inklusif.
2. Tingkatkan Layanan Merchant
Peningkatan layanan untuk merchant juga menjadi fokus utama. BRI ingin memastikan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah bisa ikut menikmati manfaat transaksi digital.
Perbandingan Capaian BRI di Akhir 2025
| Segmen | Indikator | Capaian Akhir 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Ritel (BRImo) | Pengguna | 45,9 juta | +18,9% |
| Ritel (BRImo) | Nilai Transaksi | Rp 7.076,9 triliun | +26,4% |
| Korporasi (Qlola) | Pengguna Aktif | 113.000 | +48,1% |
| Korporasi (Qlola) | Volume Transaksi | Rp 13.456 triliun | +36,2% |
| QRIS | Volume Transaksi | Rp 85,6 triliun | +100% |
| QRIS | Jumlah Transaksi | 782,8 juta | +127,5% |
| Merchant | Volume Penjualan | Rp 223,2 triliun | +48,1% |
| DPK | Total | Rp 1.467 triliun | +7,4% |
| CASA | Rasio | 70,6% | Stabil |
| Biaya Dana | Cost of Fund | 2,9% | -0,2% |
Penutup
Peningkatan transaksi digital di BRI hingga akhir 2025 menunjukkan bahwa transformasi digital berjalan dengan baik. Fokus pada penguatan dana murah dan ekosistem pembayaran digital memberikan hasil yang signifikan. Dengan strategi yang tepat, BRI siap menjaga momentum ini dan terus memperluas jangkauan layanan digitalnya.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat simulasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













