Finansial

Saham Bank Besar Serentak Melemah dalam Seminggu, BBRI Catat Penurunan Terbesar

Retno Ayuningrum
×

Saham Bank Besar Serentak Melemah dalam Seminggu, BBRI Catat Penurunan Terbesar

Sebarkan artikel ini
Saham Bank Besar Serentak Melemah dalam Seminggu, BBRI Catat Penurunan Terbesar

Saham empat sempat menguat tipis di tengah pekan. Namun, momentum itu tak bertahan lama. Jelang akhir pekan, tekanan jual kembali terlihat jelas, terutama pada saham-saham big banks. Investor tampak lebih waspada, terutama menyusul ketegangan geopolitik global yang semakin memanas.

Penutupan perdagangan Jumat (/3) mencatatkan yang lumayan dalam untuk saham-saham bank besar. BBRI menjadi yang paling terpukul, dengan penurunan lebih dari 6%. BMRI dan BBNI juga ikut terkoreksi, meski tidak separah BBRI. Sementara itu, BBCA mencatatkan penurunan paling kecil di antara keempat bank tersebut.

Penyebab Turunnya Saham Big Banks

Sentimen negatif terhadap saham perbankan besar bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada pelemahan ini. Mulai dari geopolitik hingga outlook kredit yang direvisi oleh lembaga rating internasional.

1. Geopolitik Timur Tengah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran investor global. Banyak dana asing memilih keluar dari pasar saham Indonesia, termasuk sektor perbankan. Capital outflow mencapai hampir Rp 2 triliun dalam sepekan terakhir.

2. Outlook Negatif Fitch Ratings

Ratings merevisi outlook utang pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif. Revisi ini memengaruhi persepsi investor terhadap ekonomi nasional, termasuk kinerja perbankan.

3. Depresiasi Nilai Rupiah

Rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS juga menjadi pemicu tekanan jual. Bank-bank besar yang memiliki eksposur valas dirugikan oleh fluktuasi ini.

Perbandingan Performa Saham Big Banks dalam Sepekan

Berikut adalah data harga penutupan saham big banks pada Jumat (6/3) dibandingkan dengan harga penutupan pekan lalu:

Saham Harga Penutupan (6/3) Harga Penutupan (27/2) % Change
BBRI Rp 3.670 Rp 3.910 -6,14%
BMRI Rp 4.980 Rp 5.275 -5,59%
BBNI Rp 4.270 Rp 4.400 -2,95%
BBCA Rp 7.000 Rp 7.175 -2,44%

Dari tabel di atas, terlihat bahwa BBRI adalah saham yang paling dalam terkoreksi. Meski begitu, semua saham big banks tetap berada di zona merah, menunjukkan bahwa tekanan pasar sedang terjadi secara luas.

Rekomendasi untuk Investor

Analyst dari berbagai lembaga mulai menyarankan investor untuk bersikap hati-hati. Meskipun fundamental bank-bank besar masih tergolong kuat, tekanan jual saat ini lebih banyak dipicu oleh sentimen eksternal.

1. Investor Jangka Panjang

Disarankan untuk tetap memegang saham, terutama bagi yang sudah memiliki portofolio dengan fundamental kuat. Koreksi ini bisa dijadikan sebagai peluang akumulasi saham dengan harga lebih murah.

2. Investor Jangka Pendek-Menengah

Lebih baik menunggu hingga ada sinyal reversal yang jelas. Tekanan jual saat ini masih tinggi, dan membeli di tengah koreksi bisa berisiko tinggi jika tren belum berbalik arah.

Apa Kata Ahli?

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Ahmad Iqbal Suyudi menyebut bahwa investor asing cenderung menghindari risiko di tengah ketidakpastian geopolitik. "Capital outflow terjadi bukan karena fundamental bank yang buruk, tapi karena sentimen global yang sedang tidak bersahabat," ujarnya.

Senada, Kepala Korea Investment & Sekuritas () Muhammad Wafi memperkirakan saham big banks akan tetap berada dalam fase konsolidasi di pekan mendatang. Ia menyarankan investor untuk tidak terburu-buru masuk pasar sebelum ada konfirmasi arah baru.

Faktor Pendukung Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain ketiga faktor utama di atas, ada beberapa hal lain yang bisa memperparah koreksi saham big banks:

1. Kebijakan Bank Sentral AS

Kenaikan suku bunga The Fed atau kebijakan moneter ketat bisa memicu aliran dana keluar dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.

2. Harga Minyak Dunia

Lonjakan harga minyak bisa memicu inflasi global, yang pada akhirnya memengaruhi kebijakan makro di berbagai negara, termasuk Indonesia.

3. Sentimen Global

Kondisi pasar saham global yang tidak stabil juga bisa memicu koreksi di pasar lokal. Investor cenderung lebih memilih instrumen safe haven seperti emas atau obligasi pemerintah saat ketidakpastian tinggi.

Apa yang Harus Dipantau Investor ke Depan?

Investor disarankan untuk terus memantau beberapa indikator berikut agar bisa mengambil keputusan yang lebih tepat:

  • Pergerakan rupiah terhadap dolar AS
  • Kebijakan moneter Bank Indonesia
  • Sentimen geopolitik global
  • Data fundamental bank-bank besar
  • Pergerakan indeks harga saham secara teknikal

Kesimpulan

Penurunan saham big banks dalam sepekan terakhir memang cukup dalam, terutama untuk BBRI. Namun, koreksi ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal daripada kinerja internal bank. Investor yang sudah memiliki saham dengan fundamental kuat disarankan untuk tetap tenang. Sementara investor baru sebaiknya menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum memasuki pasar.

Disclaimer: Data harga saham dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu. ini dibuat berdasarkan data hingga 6 Maret 2026. Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi terkini dan konsultasi dengan ahli keuangan profesional.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.