Bank Jago (ARTO) telah mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026 di Kantor Pusat Bank Jago, Menara SMBC, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari proses tata kelola perusahaan yang transparan, RUPST tahun ini akan membahas sejumlah agenda penting, termasuk penggunaan laba bersih dan pengangkatan direktur baru.
Dalam pengumuman yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank Jago menyebutkan bahwa RUPST akan diadakan secara hybrid. Pemegang saham bisa mengikuti secara langsung atau daring melalui platform eASY.KSEI. Namun, bagi yang ingin hadir secara fisik, wajib terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 14 April 2026 dan harus tiba di lokasi acara paling lambat 15 menit sebelum dimulai.
Agenda Utama RUPST Bank Jago 2026
Rapat ini membawa sembilan poin agenda utama yang mencerminkan perkembangan bisnis dan strategi tata kelola Bank Jago ke depan. Beberapa di antaranya memiliki dampak langsung terhadap pemegang saham dan arah perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
1. Persetujuan Penggunaan Laba Bersih 2025
Salah satu agenda penting adalah pembahasan pemanfaatan laba bersih Bank Jago untuk tahun buku 2025. Sebagaimana ketentuan yang berlaku, penggunaan laba ini harus mendapat persetujuan dari pemegang saham. Laba bersih yang tinggi menjadi indikator kinerja keuangan yang sehat dan bisa berdampak langsung pada keputusan pembagian dividen atau penyuntikan modal.
2. Pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025
Agenda kedua adalah pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan Bank Jago untuk tahun buku 2025. Ini merupakan bagian dari kewajiban transparansi perusahaan dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan, operasional, serta pencapaian kinerja selama tahun lalu.
3. Penetapan Gaji dan Tunjangan Direksi serta Dewan Komisaris
Bank Jago juga akan menetapkan besar serta jenis gaji dan tunjangan untuk direksi, beserta honorarium dan tunjangan untuk dewan komisaris dan dewan pengawas Syariah. Penetapan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kinerja manajemen dan kesejahteraan tim kepemimpinan.
4. Pengangkatan Nicholas Tan Yanming sebagai Direktur Baru
Salah satu agenda yang menarik adalah pengangkatan Nicholas Tan Yanming sebagai anggota direksi untuk periode 2026-2029. Kehadiran figur baru di jajaran direksi bisa membawa strategi dan visi segar bagi pengembangan Bank Jago ke depan.
5. Persetujuan Kewajiban Opsi Pemulihan
RUPST juga akan membahas persetujuan pelaksanaan kewajiban opsi pemulihan sesuai regulasi yang berlaku. Ini merupakan bagian dari mekanisme tata kelola korporasi yang memastikan kepatuhan terhadap aturan pasar modal.
6. Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Rencana 2026
Meski tidak secara eksplisit disebutkan dalam daftar agenda, evaluasi kinerja tahun lalu dan rencana strategis ke depan biasanya menjadi bagian dari diskusi internal sebelum RUPST. Dengan laba bersih yang melonjak 131% menjadi Rp 199 miliar di kuartal III 2025, ekspektasi terhadap pertumbuhan tahun ini pun semakin besar.
7. Penguatan Tata Kelola dan Struktur Organisasi
Bank Jago terus memperkuat tata kelola perusahaan dan struktur organisasi. Agenda pengangkatan direktur baru dan peninjauan susunan dewan menunjukkan komitmen bank untuk menjaga kualitas kepemimpinan dan sinergi internal.
8. Penyesuaian Kebijakan Dividen
Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, agenda terkait kebijakan dividen sering kali menjadi sorotan utama dalam RUPST. Dengan pencapaian laba yang solid, investor pun menantikan apakah akan ada pembagian dividen atau dialokasikan sebagai laba ditahan untuk pengembangan bisnis.
9. Persiapan untuk Era Digital Banking yang Lebih Luas
Bank Jago, sebagai salah satu bank digital terkemuka di Tanah Air, terus mengejar target pertumbuhan nasabah dan ekspansi layanan. Dengan jumlah nasabah mencapai 18,2 juta di akhir 2025, agenda RUPST ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pengembangan ke depan.
Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Jago (2024 vs 2025)
| Indikator | Tahun 2024 | Tahun 2025 (Perkiraan) |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 114 miliar | Rp 276 miliar |
| Jumlah Nasabah | 15,8 juta | 18,2 juta |
| Pertumbuhan Laba | – | 131% |
| Fokus Strategi | Efisiensi operasional | Ekspansi digital dan layanan |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2025 dan pengumuman resmi emiten.
Apa Arti RUPST Ini bagi Investor?
Bagi investor, RUPST merupakan momen penting untuk memahami arah kebijakan dan strategi perusahaan ke depan. Agenda seperti penggunaan laba dan pengangkatan direktur baru memberikan gambaran apakah manajemen siap menjaga momentum pertumbuhan atau justru akan melakukan konsolidasi.
Jika laba ditahan untuk pengembangan bisnis, ini bisa menjadi sinyal positif jangka panjang. Namun, jika ada pembagian dividen, investor langsung mendapat imbal hasil dari kepemilikan sahamnya.
Mekanisme Kehadiran di RUPST
Bagi pemegang saham yang ingin hadir secara langsung, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Nama harus tercatat dalam DPS per 14 April 2026.
- Datang paling lambat 15 menit sebelum acara dimulai.
- Kuota masuk ke ruang rapat dibatasi sesuai kapasitas ruangan.
- Alternatifnya, bisa mengikuti secara daring melalui platform eASY.KSEI.
Penutup
RUPST Bank Jago 2026 menjadi momen strategis dalam perjalanan emiten ini. Dengan laba yang melonjak dan jumlah nasabah terus bertambah, agenda seperti pengangkatan direktur baru dan penggunaan laba menjadi fokus utama. Investor pun punya alasan untuk menyimak dengan seksama, karena keputusan yang diambil bisa berdampak langsung pada nilai saham dan prospek jangka panjang.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan manajemen dan regulasi yang berlaku.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













