PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) baru saja menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026. Dalam agenda tahunan ini, sejumlah keputusan penting disetujui, termasuk pembagian dividen tunai dan rencana buyback saham senilai hingga Rp5 triliun.
Keputusan ini diambil berdasarkan kinerja keuangan BCA yang solid sepanjang tahun buku 2025. Laba bersih bank asal Jakarta tersebut mencapai Rp57,5 triliun, naik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari laba itu, 72% dialokasikan sebagai dividen tunai, dengan jumlah total pembayaran mencapai Rp41,4 triliun.
Rincian Dividen BCA 2025
Pembagian dividen dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025. Sementara sisa pembayaran, yaitu Rp281 per saham, akan disalurkan kemudian sesuai jadwal yang ditetapkan direksi.
| Jenis Dividen | Jumlah per Saham | Total Pembayaran |
|---|---|---|
| Dividen Interim | Rp55 | Rp6,77 triliun |
| Dividen Final | Rp281 | Rp34,63 triliun |
| Total | Rp336 | Rp41,4 triliun |
Direksi juga menyampaikan bahwa jika kondisi keuangan memungkinkan, BCA berpotensi membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam tahun buku 2026, dengan pembayaran dilakukan secara kuartalan.
Rencana Buyback Saham BCA
Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp5 triliun. Buyback ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan keuntungan tambahan bagi pemegang saham.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan regulasi yang berlaku dan kondisi pasar. Buyback juga menjadi salah satu cara BCA untuk mengoptimalkan penggunaan dana surplus yang dimiliki.
Struktur Kepemimpinan BCA yang Disetujui
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan ulang jajaran direksi dan dewan komisaris untuk periode hingga 2029. Struktur kepengurusan ini mencerminkan komitmen BCA untuk menjaga stabilitas dan konsistensi dalam pengelolaan perusahaan.
1. Susunan Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
- Komisaris: Tonny Kusnadi
- Komisaris Independen: Raden Pardede dan Sumantri Slamet
2. Susunan Direksi
- Presiden Direktur: Hendra Lembong
- Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono dan John Kosasih
- Direktur: Subur Tan, Lianawaty Suwono, Santoso, Vera Eve Lim, Haryanto Tiara Budiman, Frengky Chandra Kusuma, Antonius Widodo Mulyono, Hendra Tanumihardja, dan David Formula
3. Pengangkatan Direktur Baru
David Formula resmi diangkat sebagai Direktur Teknologi Informasi setelah lulus uji kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengangkatan ini menunjukkan bahwa BCA terus memperkuat kapabilitas digitalnya di tengah transformasi industri perbankan.
Penghargaan untuk Mantan Anggota Dewan
BCA juga menyampaikan penghargaan kepada dua mantan anggota dewan yang telah berkontribusi besar selama masa jabatannya. Mereka adalah:
- Cyrillus Harinowo (Komisaris Independen)
- Rudy Susanto (Direktur)
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja mereka dalam mendukung pertumbuhan BCA selama bertahun-tahun.
Audit Keuangan dan Mitra Strategis
RUPST menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto, & Rekan sebagai auditor independen untuk tahun buku 2026. Firma ini merupakan bagian dari jaringan global PwC, yang dikenal dengan standar audit berkualitas tinggi.
Penunjukan ini menunjukkan komitmen BCA untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan.
Optimisme BCA di Tengah Tantangan Global
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa perseroan tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. Meskipun ada berbagai ketidakpastian global, BCA berkomitmen untuk terus mendukung sektor riil melalui penyaluran kredit yang hati-hati dan berkelanjutan.
BCA juga berfokus pada penguatan layanan digital, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Dampak RUPST Terhadap Saham BBCA
Keputusan RUPST ini memberikan sinyal positif bagi investor. Pembagian dividen yang besar dan rencana buyback mencerminkan kinerja keuangan yang sehat serta komitmen manajemen untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Harga saham BBCA cenderung menguat menjelang dan pasca-RUPST, menunjukkan bahwa pasar bereaksi positif terhadap keputusan yang diambil.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga tanggal publikasi. Jumlah dividen, jadwal pembayaran, dan pelaksanaan buyback dapat berubah tergantung pada kondisi pasar, regulasi, dan kebijakan internal BCA. Pembaca disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari BCA untuk informasi terbaru.
Investasi pada saham selalu memiliki risiko. Nilai investasi bisa naik atau turun tergantung pada berbagai faktor makro dan mikro. Sebelum membuat keputusan investasi, pastikan untuk melakukan analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional terkait.
Penutup
RUPST BCA tahun 2026 menandai komitmen kuat bank ini dalam menjaga kesehatan finansial dan memberikan nilai kepada para pemegang saham. Dengan pembagian dividen yang konsisten dan rencana buyback, BCA terus menunjukkan bahwa bank ini tetap menjadi pilihan menarik di tengah dinamika pasar modal Indonesia.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













