Permintaan pinjaman melalui sistem gadai di Pegadaian mengalami lonjakan selama periode Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026. Tren ini mencerminkan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan layanan gadai sebagai solusi pendanaan jangka pendek menjelang momen Idul Fitri.
Kenaikan permintaan ini tidak terlepas dari peningkatan kebutuhan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran. Masyarakat cenderung membutuhkan dana tambahan untuk membeli kebutuhan pokok, THR, serta persiapan mudik. Ditambah lagi, harga emas yang terus naik membuat nilai pinjaman pun ikut meningkat.
Dinamika Pinjaman Gadai Selama Ramadan-Lebaran
1. Peningkatan Rata-Rata Nilai Pinjaman
Selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026, rata-rata pinjaman gadai mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika biasanya berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta, kini rentangnya naik menjadi Rp 15 juta hingga Rp 120 juta.
Kenaikan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, meningkatnya harga barang jaminan, khususnya emas. Kedua, lonjakan kebutuhan dana masyarakat menjelang hari raya.
2. Stabilitas Penyaluran Harian
Meski nilai rata-rata pinjaman naik, penyaluran harian tetap berjalan stabil. Pegadaian mencatat penyaluran sekitar Rp 237 miliar per hari selama Ramadan, dengan pertumbuhan sekitar 6% dari awal hingga akhir bulan.
| Parameter | Sebelum Ramadan | Selama Ramadan |
|---|---|---|
| Rata-rata pinjaman per transaksi | Rp 10 juta – Rp 100 juta | Rp 15 juta – Rp 120 juta |
| Penyaluran harian | Rp 223 miliar | Rp 237 miliar |
| Pertumbuhan penyaluran | – | 6% |
3. Dominasi Emas sebagai Barang Gadai Utama
Barang yang paling banyak digadaikan masih didominasi oleh emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Namun, ada peningkatan pada barang lain seperti kendaraan bermotor dan peralatan elektronik.
- Emas (perhiasan & batangan): 75%
- Kendaraan bermotor: 15%
- Elektronik: 7%
- Lainnya: 3%
4. Lonjakan Jumlah Nasabah
Jumlah nasabah yang menggunakan layanan gadai juga mengalami peningkatan sekitar 5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa layanan Pegadaian semakin diterima sebagai solusi pendanaan yang cepat dan aman.
Faktor Pendorong Kenaikan Permintaan Gadai
1. Kenaikan Harga Emas
Harga emas yang terus mengalami tren kenaikan memberikan dampak langsung terhadap nilai pinjaman. Semakin tinggi harga emas, semakin besar dana yang bisa dicairkan nasabah.
2. Kebutuhan Dana Mendadak
Menjelang Lebaran, banyak orang membutuhkan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari belanja harian, THR, hingga biaya mudik. Gadai menjadi solusi cepat tanpa harus mengajukan pinjaman konvensional yang memakan waktu.
3. Aksesibilitas Layanan yang Semakin Mudah
Pegadaian telah memperluas layanan melalui aplikasi digital, agen, dan point of sales. Ini membuat masyarakat bisa mengakses layanan kapan saja dan di mana saja, bahkan saat libur Lebaran.
Strategi Pegadaian Menghadapi Lonjakan Permintaan
1. Persiapan Kapasitas Pendanaan Sejak Awal Tahun
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Lebaran, Pegadaian telah menyiapkan kapasitas pendanaan sejak awal tahun. Ini memastikan bahwa dana selalu tersedia meski permintaan tinggi.
2. Optimalisasi Layanan Digital
Aplikasi Pegadaian terus dioptimalkan agar proses pengajuan pinjaman bisa dilakukan secara cepat dan aman. Masyarakat tidak perlu datang ke cabang untuk mengajukan pinjaman.
3. Peningkatan Jaringan Agen dan POS
Selain aplikasi digital, Pegadaian juga memperluas jaringan agen dan point of sales. Ini membantu masyarakat di daerah terpencil tetap bisa mengakses layanan dengan mudah.
Perbandingan Tren Gadai Tahun ke Tahun
| Tahun | Rata-rata Pinjaman | Jumlah Nasabah | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp 90 juta | 1,2 juta | – |
| 2025 | Rp 105 juta | 1,26 juta | 5% |
| 2026 | Rp 120 juta | 1,32 juta | 5% |
Tips Menggunakan Layanan Gadai Secara Bijak
1. Pahami Syarat dan Ketentuan
Sebelum menggadaikan barang, pastikan memahami syarat serta ketentuan yang berlaku. Termasuk bunga, jangka waktu, dan proses tebus barang.
2. Hitung Kemampuan Pengembalian
Pastikan bahwa dana yang dicairkan bisa dikembalikan sesuai jadwal. Jangan sampai barang jaminan terlambat ditebus karena terkena denda.
3. Pilih Barang yang Mudah Ditebus
Barang yang digadaikan sebaiknya adalah barang yang memiliki nilai likuiditas tinggi dan mudah ditebus. Emas masih menjadi pilihan utama karena nilainya yang stabil dan mudah dijual kembali.
Kesimpulan
Lonjakan permintaan pinjaman gadai selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2026 menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Dengan strategi yang tepat dan layanan yang mudah diakses, Pegadaian berhasil memenuhi kebutuhan dana masyarakat dalam periode puncak konsumsi.
Namun, penting untuk menggunakan layanan ini secara bijak. Memahami risiko dan syarat pengembalian adalah kunci agar tidak terjebak dalam ketergantungan atau kehilangan barang berharga.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Nilai dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













