PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kembali menyalurkan pembiayaan senilai Rp 70 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur konektivitas daerah serta mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama sektor pariwisata.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah Indonesia bagian timur. Dengan dukungan pembiayaan ini, diharapkan Trenggalek bisa mempercepat pembangunan infrastruktur penting yang selama ini menjadi kendala dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing daerah.
Penguatan Infrastruktur untuk Stimulasi Ekonomi
Salah satu fokus utama dari dana ini adalah peningkatan akses jalan yang menghubungkan kawasan strategis. Tujuannya jelas: memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses lebih luas ke destinasi wisata andalan seperti Pantai Prigi, Karanggongso, dan Goa Lowo.
Dengan infrastruktur yang lebih baik, sektor pariwisata Trenggalek diproyeksikan bisa berkontribusi hingga Rp 11,36 miliar per tahun. Selain itu, PAD daerah juga berpotensi meningkat antara 1,9% hingga 3,1% dalam lima tahun ke depan. Tak kalah penting, pembangunan ini akan menciptakan lapangan kerja baru, terutama untuk masyarakat sekitar kawasan wisata.
Kolaborasi Berkelanjutan antara PT SMI dan Pemkab Trenggalek
Ini bukan kali pertama PT SMI bekerja sama dengan Pemkab Trenggalek. Sebelumnya, pada tahun 2021, PT SMI telah menyalurkan pinjaman PEN senilai Rp 250 miliar. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembangunan multisektor dan hingga kini berjalan lancar, dengan jadwal pelunasan di tahun ini.
Rekam jejak ini memperkuat kepercayaan Pemkab Trenggalek terhadap PT SMI sebagai mitra strategis dalam pembiayaan pembangunan daerah. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa skema pinjaman daerah dari PT SMI bisa menjadi solusi alternatif mengatasi keterbatasan anggaran daerah.
1. Skema Pembiayaan yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah
PT SMI menggunakan pendekatan adaptif dalam menyusun skema pembiayaan. Dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan prioritas pembangunan, PT SMI menawarkan solusi pinjaman yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.
2. Fokus pada Pembangunan Jalan Strategis
Dana yang disalurkan akan dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan strategis. Jalan-jalan ini menjadi penghubung antarwilayah, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas.
3. Pengembangan Kawasan Pariwisata
Selain infrastruktur, sebagian dana juga akan digunakan untuk pengembangan kawasan wisata. Targetnya adalah meningkatkan daya tarik wisata lokal agar mampu menarik lebih banyak pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.
4. Peningkatan Kapasitas SDM Lokal
Pembangunan infrastruktur juga akan diimbangi dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Ini penting agar masyarakat bisa ikut serta secara langsung dalam pengembangan ekonomi daerah.
5. Monitoring dan Evaluasi Berkala
PT SMI menjalankan sistem monitoring yang ketat untuk memastikan dana digunakan sesuai tujuan. Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai dampak dan efektivitas penggunaan dana.
Data Pembiayaan PT SMI ke Pemerintah Daerah
| Tahun | Jumlah Pembiayaan | Tujuan Penggunaan | Status |
|---|---|---|---|
| 2021 | Rp 250 miliar | Pembangunan multisektor | Berjalan |
| 2026 | Rp 70 miliar | Infrastruktur dan pariwisata | Disalurkan |
Portofolio Pembiayaan PT SMI
Hingga Februari 2026, total komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah mencapai Rp 37,08 triliun. Dari jumlah tersebut, outstanding atau sisa pinjaman yang belum lunas sebesar Rp 14,90 triliun.
PT SMI terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah melalui solusi pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang adaptif, PT SMI membantu daerah mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Dengan dukungan pembiayaan ini, Trenggalek berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Selain itu, peningkatan infrastruktur juga akan membuka peluang ekonomi baru, terutama di sektor UMKM dan pertanian.
Peningkatan PAD dan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi indikator keberhasilan dari program ini. Jika berjalan sesuai rencana, dampaknya akan terasa hingga lima tahun ke depan, dengan peningkatan taraf hidup masyarakat sebagai hasil akhirnya.
Penutup
Kolaborasi antara PT SMI dan Pemkab Trenggalek adalah contoh nyata bagaimana pembiayaan infrastruktur bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pendekatan yang tepat, dana yang disalurkan bukan hanya membangun jalan, tapi juga membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan dan kondisi lapangan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













