Pertumbuhan bisnis pembiayaan emas di Bank Muamalat mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama 2026. Produk Solusi Emas Hijrah menjadi andalan utama yang mendorong peningkatan outstanding pembiayaan hingga mencapai Rp 1,7 triliun, naik sebelas kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ini juga diimbangi dengan meningkatnya jumlah nasabah. Dalam waktu yang sama, rekening aktif dari produk ini mencatatkan pertumbuhan 274% menjadi 12.061 rekening. Angka ini menunjukkan bahwa skema cicilan emas syariah mulai digemari oleh masyarakat sebagai alternatif investasi yang aman dan fleksibel.
Faktor Pendorong Minat Pembiayaan Emas
- Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi semakin meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
- Emas tetap menjadi pilihan utama sebagai instrumen lindung nilai, terutama saat gejolak pasar keuangan terjadi.
- Kemudahan akses melalui layanan digital membuat proses pengajuan dan pembayaran cicilan lebih praktis dan transparan.
Strategi Bank Muamalat dalam Mengembangkan Produk Emas
Bank Muamalat tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka, tapi juga membangun ekosistem layanan yang terintegrasi. Salah satu langkah strategisnya adalah menggabungkan produk pembiayaan emas dengan solusi keuangan lainnya seperti:
- Pembiayaan haji
- KPR iB Hijrah
- Multiguna iB Hijrah
Dengan pendekatan ini, bank berharap dapat memperluas penetrasi pasar dan menarik lebih banyak nasabah yang sudah eksisting untuk beralih berinvestasi emas.
Perlindungan dan Mitigasi Risiko bagi Nasabah
Bank Muamalat juga menawarkan perlindungan asuransi serta mitigasi risiko yang kuat untuk nasabah yang menggunakan produk Solusi Emas Hijrah. Langkah ini tidak hanya memberikan rasa aman, tapi juga menjaga kualitas portofolio pembiayaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Potensi Pasar dan Proyeksi ke Depan
Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, optimistis pertumbuhan pembiayaan emas akan terus berlanjut. Ia menilai bahwa basis nasabah ritel yang besar menjadi modal kuat untuk mendorong penjualan lebih lanjut.
Data Pertumbuhan Pembiayaan Emas Bank Muamalat Kuartal I-2026
| Parameter | Kuartal I-2025 | Kuartal I-2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Outstanding Pembiayaan | Rp 154,5 miliar | Rp 1,7 triliun | 11x lipat |
| Jumlah Nasabah | 3.196 rekening | 12.061 rekening | 274% |
Faktor Pendukung Jangka Panjang
- Stabilitas ekonomi domestik yang terjaga
- Meningkatnya literasi keuangan masyarakat
- Dukungan teknologi digital yang semakin matang
Integrasi Produk untuk Meningkatkan Daya Tarik
Bank Muamalat berencana menghadirkan penawaran bundling antara produk emas dan layanan keuangan lainnya. Ini diharapkan bisa menciptakan sinergi yang kuat dalam menarik minat nasabah baru maupun mengembangkan portofolio nasabah lama.
Keunggulan Produk Solusi Emas Hijrah
Produk ini tidak hanya menawarkan kemudahan cicilan, tapi juga memberikan keamanan dan fleksibilitas. Nasabah bisa memilih nominal emas yang diinginkan, mulai dari 1 gram hingga kelipatannya, dengan tenor cicilan yang disesuaikan.
Fitur Utama Solusi Emas Hijrah
- Skema cicilan yang ringan dan transparan
- Akses melalui aplikasi digital Bank Muamalat
- Perlindungan asuransi jiwa dan kehilangan
- Fleksibilitas nominal dan tenor
Tantangan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski prospeknya cerah, Bank Muamalat tetap waspada terhadap risiko pasar, termasuk fluktuasi harga emas global dan potensi kenaikan suku bunga yang bisa memengaruhi daya beli nasabah.
Kesimpulan
Pembiayaan emas syariah melalui produk Solusi Emas Hijrah terbukti menjadi salah satu pilar bisnis konsumer Bank Muamalat. Dengan kombinasi strategi digital, perlindungan nasabah, dan ekosistem produk yang terintegrasi, bank ini siap mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat per kuartal I-2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













