Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) memang mulai melambat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi ini belum berdampak besar pada kinerja asuransi properti milik Zurich Indonesia. Perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan yang solid, terutama di segmen non-industrial yang menjadi andalan utama.
CEO Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, menyebut bahwa portofolio yang terdiversifikasi menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas bisnis. Dengan fokus pada perlindungan risiko komersial dan non-pabrikasi, Zurich mampu menghindari eksposur berlebih pada sektor yang lebih sensitif terhadap perlambatan ekonomi.
Kinerja Asuransi Properti Zurich Tetap Stabil
Porsi terbesar kontribusi premi Zurich berasal dari segmen non-industrial. Segmen ini menyumbang lebih dari 70% dari total premi asuransi properti. Artinya, risiko yang dihadapi lebih tersebar dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi permintaan rumah atau apartemen.
Pada kuartal I-2026, lini asuransi properti Zurich mencatat pertumbuhan premi bruto lebih dari 15% secara tahunan. Angka ini cukup mencolok, terutama saat banyak sektor lain mulai merasakan tekanan dari kondisi makro ekonomi yang tidak bersahabat.
1. Diversifikasi Portofolio sebagai Penyangga Utama
Struktur portofolio Zurich yang terbagi ke berbagai segmen risiko menjadi salah satu alasan utama mengapa kinerja asuransi properti tidak terpengaruh signifikan oleh perlambatan KPR. Dengan begitu, risiko konsentrasi di satu sektor bisa diminimalkan.
2. Fokus pada Segmen Komersial dan Non-Pabrikasi
Lebih dari 70% premi berasal dari segmen komersial dan non-industrial. Ini termasuk risiko seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Segmen ini cenderung lebih stabil karena tidak terlalu bergantung pada tren konsumtif rumah tangga.
3. Pertumbuhan Premi Bruto Lebih dari 15% di Kuartal I-2026
Pertumbuhan premi bruto yang positif menunjukkan bahwa permintaan terhadap perlindungan asuransi properti masih tinggi. Meski permintaan KPR turun, minat terhadap perlindungan aset tetap kuat, terutama dari pelaku bisnis dan pengembang komersial.
Strategi Zurich Menjaga Momentum Pertumbuhan
Menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu, Zurich tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah strategis yang diambil untuk memastikan bisnis tetap tumbuh dan tetap menguntungkan dalam jangka panjang.
1. Menjaga Kualitas Portofolio dan Profitabilitas Jangka Panjang
Zurich fokus pada kualitas risiko yang diasuransikan. Mereka tidak sembarangan menerima klaim atau menawarkan perlindungan. Setiap risiko dievaluasi secara ketat untuk memastikan profitabilitas tetap terjaga.
2. Memperkuat Solusi Perlindungan yang Relevan
Perusahaan terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Misalnya, perlindungan terhadap risiko bencana alam atau dampak perubahan iklim yang semakin sering terjadi.
3. Memperluas Kolaborasi dengan Mitra Distribusi
Zurich tidak hanya mengandalkan saluran distribusi internal. Mereka juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk agen independen, broker, dan platform digital, untuk menjangkau lebih banyak calon nasabah.
Edukasi Masyarakat Jadi Bagian dari Strategi Keberlanjutan
Selain fokus pada pertumbuhan finansial, Zurich juga aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat lebih memahami pentingnya perlindungan asuransi properti, terutama mengingat risiko bencana alam dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Edukasi ini tidak hanya dilakukan secara offline, tetapi juga melalui konten digital, seminar, dan kolaborasi dengan lembaga terkait. Langkah ini diharapkan bisa membangun kesadaran kolektif akan pentingnya proteksi aset.
Tabel Kontribusi Premi Asuransi Properti Zurich (Kuartal I-2026)
| Segmen | Kontribusi Premi | Catatan |
|---|---|---|
| Non-Industrial | >70% | Segmen utama, risiko rendah |
| Komersial | 20% | Termasuk gedung perkantoran dan pusat belanja |
| Industri/Pabrikasi | <10% | Risiko tinggi, eksposur terbatas |
| Lainnya | Sisanya | Termasuk proyek infrastruktur |
Perlindungan Asuransi Properti Semakin Dibutuhkan
Meski permintaan KPR melambat, kebutuhan akan perlindungan asuransi properti justru semakin meningkat. Banyak pengembang dan pemilik properti mulai menyadari bahwa asuransi bukan sekadar formalitas, tetapi investasi penting untuk menghindari kerugian besar.
Apalagi dengan semakin seringnya bencana alam dan risiko lain seperti kebakaran atau kerusakan akibat cuaca ekstrem. Perlindungan yang tepat bisa menjadi pengaman finansial yang sangat berharga.
Potensi Pertumbuhan di Tengah Perlambatan
Zurich optimis bahwa asuransi properti masih punya ruang tumbuh meski kondisi makro sedang tidak stabil. Dengan strategi yang tepat dan portofolio yang sehat, bisnis ini bisa tetap berkembang.
Beberapa faktor yang mendukung antara lain:
- Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi properti terus meningkat.
- Perlambatan KPR tidak serta merta mengurangi kebutuhan proteksi aset.
- Kolaborasi dengan mitra distribusi memperluas jangkauan pasar.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga kuartal I-2026. Angka dan kondisi bisa berubah seiring perkembangan ekonomi dan kebijakan yang berlaku. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













