Finansial

Pertumbuhan Transaksi QRIS Internasional BNI Meningkat Signifikan Hingga 240 Persen di Tahun 2026

Herdi Alif Al Hikam
×

Pertumbuhan Transaksi QRIS Internasional BNI Meningkat Signifikan Hingga 240 Persen di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Transaksi QRIS Internasional BNI Meningkat Signifikan Hingga 240 Persen di Tahun 2026

Transaksi digital kian menjamur di era modern ini. Semakin banyak orang yang memilih metode pembayaran -tunai karena dinilai lebih praktis dan aman. Salah satu instrumen yang sedang naik daun adalah QRIS cross border, khususnya yang ditawarkan oleh BNI. Tren ini terus mengalami peningkatan, terutama sepanjang tahun 2025.

Bank BNI mencatat lonjakan transaksi hingga 240% secara year-on-year menjelang akhir 2025. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan teknologi pembayaran berbasis Code saat bepergian ke .

Perkembangan QRIS Cross Border BNI

Lonjakan transaksi ini tidak datang dari mana-mana. Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan penggunaan QRIS cross border di BNI. Mulai dari peningkatan mobilitas masyarakat hingga digital di negara tujuan wisata.

1. Cakupan Layanan QRIS Cross Border Kini Lebih Luas

BNI telah menghadirkan layanan QRIS cross border di lima negara utama. Negara-negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Kelimanya merupakan destinasi bagi wisatawan Indonesia.

Negara-negara ini dipilih karena memiliki tingkat adopsi teknologi digital yang tinggi. Selain itu, ekosistem pembayaran berbasis QR Code juga sudah cukup matang di sana.

2. Dominasi Transaksi dari Malaysia

Dari kelima negara tersebut, Malaysia menjadi penyumbang transaksi terbesar. Negara ini memiliki kedekatan geografis dan budaya dengan Indonesia. Mobilitas warga Indonesia ke Malaysia pun sangat tinggi.

Selain itu, banyak merchant di Malaysia yang sudah siap menerima pembayaran QRIS. Hal ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dan nyaman bagi pengguna.

3. Jenis Transaksi yang Paling Banyak Digunakan

Mayoritas transaksi QRIS cross border digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja , pembelian makanan dan minuman, hingga pembayaran transportasi umum.

Fitur ini juga memungkinkan pengguna untuk langsung membayar dalam mata uang lokal. Tidak perlu lagi menukar uang tunai sebelum bepergian.

Faktor-Faktor yang Mendukung Lonjakan Transaksi

Peningkatan transaksi QRIS cross border tidak hanya terjadi di BNI. Bank lain juga mencatat tren serupa. Namun, BNI berhasil mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 240% pada akhir 2025.

1. Perubahan Perilaku Wisatawan

Wisatawan kini lebih memilih menggunakan pembayaran digital ketimbang uang tunai. Alasannya sederhana, lebih praktis dan mengurangi risiko kehilangan uang.

QRIS cross border memberikan kemudahan akses tanpa perlu kartu kredit atau aplikasi asing. Cukup dengan aplikasi mobile banking BNI, transaksi bisa dilakukan di mana saja.

2. Kesiapan Merchant di Luar Negeri

Keberhasilan QRIS cross border juga sangat bergantung pada kesiapan merchant di negara tujuan. Semakin banyak merchant yang menerima QRIS, semakin tinggi pula adopsi pengguna.

Di negara-negara seperti Malaysia dan Singapura, banyak merchant yang sudah terhubung dengan sistem QRIS Indonesia. Ini mempermudah transaksi lintas negara.

3. Dukungan Infrastruktur Digital

Pemerintah dan bank sentral berperan penting dalam pengembangan QRIS cross border. Melalui kerja sama bilateral, sistem QRIS Indonesia bisa terhubung dengan sistem pembayaran negara lain.

BNI sebagai salah satu bank pelopor, terus mengembangkan fitur QRIS cross border agar lebih user-friendly dan aman.

Perbandingan Pertumbuhan QRIS Cross Border Bank-Bank Besar

Selain BNI, bank lain juga mencatat pertumbuhan transaksi QRIS cross border. Namun, angka yang diraih BNI tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan bank sejenis.

Bank Pertumbuhan QRIS Cross Border (2025)
BNI 240%
BCA 186%
BTN 50% (diproyeksikan 2026)
Mandiri Tersedia di Korea Selatan

Dari tabel di atas, terlihat bahwa BNI menjadi yang tertinggi dalam hal pertumbuhan transaksi QRIS cross border. Ini menunjukkan bahwa strategi digital BNI cukup efektif dalam menarik minat pengguna.

Proyeksi ke Depan: QRIS Cross Border Makin Digemari

Melihat tren saat ini, QRIS cross border diproyeksikan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. Banyak faktor yang mendukung, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kenyamanan pengguna.

1. Ekspansi ke Negara Baru

BNI berencana memperluas jangkauan QRIS cross border ke negara-negara lain. Targetnya adalah negara-negara yang menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, pengguna tidak hanya terbatas pada lima negara yang sudah ada. Semakin banyak pilihan, semakin besar potensi transaksi.

2. Peningkatan Edukasi Pengguna

Salah satu hambatan utama dalam adopsi QRIS cross border adalah kurangnya edukasi. Banyak pengguna yang belum tahu cara menggunakannya atau ragu karena takut ditagih biaya .

BNI terus melakukan edukasi melalui berbagai kanal. Mulai dari media sosial hingga panduan di aplikasi mobile banking.

3. Integrasi dengan Fitur Lain

Ke depan, QRIS cross border akan diintegrasikan dengan fitur-fitur lain dalam aplikasi BNI. Seperti fitur pengingat transaksi, riwayat perjalanan, hingga rekomendasi merchant.

Ini akan membuat pengalaman pengguna semakin menyenangkan dan informatif.

Disclaimer

Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025. Angka pertumbuhan dan proyeksi ke depan dapat berubah sewaktu- tergantung pada perkembangan kebijakan, regulasi, dan kondisi makro ekonomi global. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak dijadikan sebagai acuan keputusan investasi atau keuangan.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.