Finansial

KB Bank Fokus Atasi Kredit Macet 2026 Lewat Penjualan Aset dan Skema Restrukturisasi

Retno Ayuningrum
×

KB Bank Fokus Atasi Kredit Macet 2026 Lewat Penjualan Aset dan Skema Restrukturisasi

Sebarkan artikel ini
KB Bank Fokus Atasi Kredit Macet 2026 Lewat Penjualan Aset dan Skema Restrukturisasi

masih berurusan dengan kredit macet warisan dari masa lalu. Peninggalan dari Bank Bukopin ini memang belum sepenuhnya hilang, meski pihak manajemen terus berupaya menyelesaikannya secara bertahap. Strategi yang diambil pun beragam, mulai dari restrukturisasi hingga penjualan aset bermasalah.

Per Desember , rasio Non Performing Loan (NPL) kotor KB Bank mencapai 9,97%. Angka itu memang tergolong tinggi, tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Manajemen menyatakan bahwa pencadangan sudah cukup kuat, dengan NPL bersih mencapai 6,33%. Artinya, bank ini punya buffer yang memadai untuk menghadapi .

Strategi Bersih-Bersih Kredit Macet

KB Bank tidak ingin terus-menerus dibayangi portofolio kredit bermasalah. Untuk itu, langkah-langkah strategis diambil agar bisa turun secara bertahap dan berkelanjutan. Dua pendekatan utama yang digunakan adalah restrukturisasi dan penjualan aset.

1. Restrukturisasi Kredit

Restrukturisasi menjadi salah satu cara utama untuk menangani kredit macet. Dengan memberikan penyesuaian pada jadwal pembayaran atau suku bunga, bank berharap nasabah bisa kembali produktif dan melunasi kewajibannya. Langkah ini tidak hanya membantu nasabah, tapi juga memperkuat posisi bank secara finansial.

2. Penjualan Aset Bermasalah

Selain restrukturisasi, KB Bank juga menjual aset-aset yang tergolong bermasalah. Ini termasuk kredit macet yang sudah lama tidak produktif. Penjualan ini dilakukan secara selektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tujuannya jelas: mempercepat penurunan NPL dan meningkatkan likuiditas.

Kinerja Keuangan dan Target Ke Depan

Meski tengah menangani kredit bermasalah, KB Bank tetap menunjukkan sisi positif. bersih yang berhasil diraih pada tahun lalu mencapai Rp 66,59 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa bank masih bisa menjaga profitabilitas meski dalam kondisi yang tidak mudah.

KB Bank juga mencatat pertumbuhan kredit investasi yang positif. Kredit modal kerja menyumbang sekitar 63% dari total penyaluran kredit sepanjang 2025. Ini menunjukkan bahwa segmen korporasi tetap menjadi andalan utama dalam menggerakkan roda bisnis.

3. Target Penurunan NPL

Ke depan, KB Bank menargetkan penurunan NPL secara bertahap. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan yang prudent dan selektif. Bank tidak ingin terburu-buru karena bisa membahayakan stabilitas operasional.

4. Penguatan Segmen Korporasi

Di tengah pelemahan kredit konsumer, KB Bank justru memilih memperkuat segmen korporasi. Ini adalah langkah strategis agar portofolio kredit tetap sehat dan produktif. Fokus pada korporasi juga sejalan dengan pertumbuhan kredit investasi yang terus meningkat.

Risiko dan Potensi di Tengah Bersih-Bersih Kredit

Meski sedang dalam proses pembersihan kredit macet, KB Bank tetap waspada terhadap risiko yang mungkin muncul. Misalnya, potensi kenaikan NPL pasca-. Bank sudah memasang posisi siaga agar tidak terkejut dengan kredit bermasalah.

Investor pun mulai melirik saham BBKP. Meski masih ada risiko, potensi kenaikan nilai buku dan perbaikan kinerja bisa menjadi tarik tersendiri. Namun, perlu kehati-hatian karena kinerja ke depan sangat bergantung pada keberhasilan strategi restrukturisasi dan penjualan aset.

Tabel Rasio Kredit dan Pencadangan KB Bank (2025)

Jenis Rasio Persentase
NPL Gross 9,97%
NPL Net 6,33%
Provision Coverage Ratio (PCR) ± 63,5%

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi makro dan regulasi yang berlaku.

Perbandingan Strategi Penyelesaian Kredit Macet

Strategi Deskripsi Keunggulan
Restrukturisasi Penyesuaian jadwal atau suku bunga Mempertahankan hubungan dengan nasabah
Penjualan Aset Menjual kredit/aset bermasalah Cepat menurunkan NPL dan meningkatkan likuiditas

Kesimpulan

KB Bank sedang dalam perjalanan panjang untuk membersihkan kredit macet warisan. Restrukturisasi dan penjualan aset menjadi dua senjata utama dalam upaya ini. Meski tantangan masih besar, langkah-langkah yang diambil tergolong strategis dan realistis. Dengan target penurunan NPL yang bertahap serta fokus pada segmen korporasi, bank ini punya peluang untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Desember 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan regulasi.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.