Finansial

Allo Bank Yakin Pertumbuhan Kredit Positif Tercapai di Tengah Likuiditas yang Lebih Longgar pada 2026

Retno Ayuningrum
×

Allo Bank Yakin Pertumbuhan Kredit Positif Tercapai di Tengah Likuiditas yang Lebih Longgar pada 2026

Sebarkan artikel ini
Allo Bank Yakin Pertumbuhan Kredit Positif Tercapai di Tengah Likuiditas yang Lebih Longgar pada 2026

Likuiditas perbankan yang mulai melonggar memberi angin segar bagi sektor keuangan nasional. Allo Bank, salah satu bank digital yang tengah naik daun, menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan kredit di tahun 2026. Meski masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian, bank ini mencatat peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup signifikan.

Pada Januari 2026, DPK Allo Bank mencapai Rp 8,4 triliun, naik 54,7% secara tahunan. Sementara itu, total penyaluran kredit mencapai Rp 8,64 triliun, tumbuh 17,63% year on year. Rasio loan to deposit (LDR) pun mencatatkan angka 102,91%, menunjukkan bahwa bank ini memiliki likuiditas yang cukup kuat untuk mendukung operasional dan ekspansi kreditnya.

Likuiditas Longgar, Tapi Permintaan Kredit Masih Waspada

Meski likuiditas terlihat lebih longgar, permintaan kredit belum sepenuhnya pulih. Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo, menjelaskan bahwa dan konsumen masih cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan pembiayaan. Preferensi untuk menyimpan dana tetap tinggi, terutama di tengah ketidakpastian dan dinamika domestik.

Namun, Allo Bank tetap optimistis bahwa permintaan kredit akan mulai pulih secara bertahap sepanjang tahun ini. Apalagi, dengan meningkatnya konsumsi masyarakat dan aktivitas transaksi digital, potensi penyaluran kredit pun semakin terbuka lebar.

1. Fokus pada Segmen Ritel dan Digital Konsumer

Allo Bank menempatkan segmen ritel dan digital konsumer sebagai motor penggerak utama pertumbuhan kredit. Pendekatan yang digunakan berbasis data, sehingga lebih presisi dalam menilai risiko dan kebutuhan nasabah.

Beberapa jenis pembiayaan yang menjadi fokus antara lain:

  • Paylater berbasis transaksi
  • Instant cash untuk kebutuhan likuiditas harian
  • Pembiayaan yang terintegrasi dengan ekosistem merchant dan layanan digital

2. Pemanfaatan Data Histori Transaksi

Salah satu keunggulan Allo Bank adalah kemampuannya dalam menganalisis data histori transaksi nasabah. Data ini digunakan untuk menilai perilaku keuangan dan menentukan skema pembiayaan yang sesuai. Dengan pendekatan ini, risiko kredit bisa ditekan dan tetap sehat.

3. Integrasi dengan Ekosistem Digital

Allo Bank tidak hanya berdiri sendiri. Bank ini terus memperluas kemitraan dengan merchant dan platform digital lainnya. Integrasi ini memungkinkan proses penyaluran kredit lebih , , dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pendanaan yang Terus Meningkat

Dari sisi pendanaan, Allo Bank melihat pertumbuhan DPK akan terus didukung oleh nasabah digital yang loyal, terutama dari segmen ritel dan affluent. Tabungan berbasis transaksi dan simpanan berjangka menjadi sumber dana yang cukup stabil.

1. Peningkatan Proporsi CASA

Untuk menjaga efisiensi biaya dana, Allo Bank akan terus mendorong peningkatan proporsi CASA (current account saving account). Langkah ini dilakukan melalui peningkatan engagement nasabah dan aktivitas transaksi di dalam ekosistem digital bank.

Strategi Jangka Panjang Allo Bank

Allo Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga menjaga kualitas aset dan efisiensi struktur pendanaan. Beberapa katalis yang akan mendorong ini antara lain:

  • Pertumbuhan jumlah nasabah aktif
  • Peningkatan frekuensi transaksi di aplikasi
  • Penguatan ekosistem merchant dan kemitraan digital
  • Pemanfaatan data analytics untuk penyaluran kredit yang lebih presisi

1. Stabilitas Makroekonomi sebagai Faktor Penentu

Kondisi dan Bank akan menjadi faktor penting yang memengaruhi permintaan kredit dan perilaku simpanan nasabah sepanjang tahun ini. Semakin stabil kondisi ekonomi, semakin besar kemungkinan permintaan kredit akan meningkat.

2. Adaptasi terhadap Perubahan Konsumen

Sebagai bank digital, Allo Bank terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Dengan fokus pada pengalaman pengguna dan layanan berbasis data, bank ini berusaha menjadi pilihan utama generasi milenial dan Gen Z.

Tabel: Rincian Data Kinerja Allo Bank per Januari 2026

Indikator Nilai
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 8,4 triliun
Pertumbuhan DPK (YoY) 54,7%
Total Kredit Rp 8,64 triliun
Pertumbuhan Kredit (YoY) 17,63%
Loan to Deposit Ratio (LDR) 102,91%

1. Fokus pada Kualitas Portofolio

Selain volume, Allo Bank juga sangat memperhatikan kualitas portofolio kreditnya. Dengan pendekatan berbasis data dan perilaku transaksi, risiko macet bisa diminimalkan.

2. Efisiensi Struktur Pendanaan

Bank ini juga terus berupaya meningkatkan efisiensi struktur pendanaan melalui peningkatan proporsi dana murah seperti CASA.

3. Pengembangan Ekosistem Digital

Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu pilar utama strategi Allo Bank ke depan. Kolaborasi dengan merchant dan platform digital akan terus diperluas.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, serta dinamika keuangan secara keseluruhan. Harap merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.