Capcom memang selalu tahu cara bikin game yang bikin penasaran. Di tahun 2026, mereka meluncurkan Pragmata, sebuah IP baru yang langsung mencuri perhatian. Bukan cuma soal gameplay-nya yang adiktif, tapi juga atmosfer dunia dan karakternya yang terasa hidup dan masuk akal.
Yang bikin makin menarik, ternyata di balik kesuksesan Pragmata ada tangan dingin dari salah satu legenda anime dan mecha Jepang. Nggak tangung-tangung, dia adalah sosok yang juga menciptakan Macross dan ikut menyentuh Transformers di awal karier.
Kolaborasi Tak Terduga di Balik Pragmata
Kehadiran tokoh besar dari dunia anime dan desain mecha tentu bukan hal kecil. Shoji Kawamori, pencipta Macross, diketahui turut serta dalam proses pengembangan Pragmata. Partisipasinya bukan sekadar nama di akhir credits, tapi sebagai supervisor penting dalam world-building dan setting sci-fi game ini.
Ini menunjukkan betapa seriusnya Capcom dalam membangun dunia Pragmata. Dengan bantuan Kawamori, mereka ingin memastikan bahwa nuansa futuristik dan teknologi dalam game ini terasa autentik dan nyata.
1. Dunia Sci-Fi yang Dipercaya
Shoji Kawamori bertugas sebagai supervisor world-building. Ia membantu Capcom membangun dasar-dasar cerita, teknologi, dan lingkungan dalam Pragmata. Tujuannya? Agar dunia dalam game ini terasa logis dan bisa dipercaya oleh para pemain.
Dengan pengalamannya di seri Macross, Kawamori tahu betul bagaimana menciptakan dunia fiksi ilmiah yang tetap dekat dengan realitas. Sentuhan ini memberi Pragmata nuansa sci-fi khas Jepang yang elegan dan mendalam.
2. Desain Karakter dan Android Anak Perempuan
Salah satu elemen paling menonjol di Pragmata adalah keberadaan karakter android anak perempuan. Kawamori turut membantu dalam proses desain visual karakter tersebut. Hasilnya? Karakter yang terlihat imut, tapi tetap memiliki kedalaman dan hubungan kuat dengan tema utama game.
Desainnya bukan cuma untuk tampilan, tapi juga untuk mendukung narasi. Ia dibuat dengan tujuan tertentu, dan perlahan akan terbongkar seiring berjalannya cerita.
3. Integrasi Teknologi Nyata dalam Fiksi
Kawamori juga membantu Capcom memastikan bahwa teknologi dalam Pragmata tidak terlalu fantastis hingga sulit dipercaya. Misalnya, sistem AI, cybernetics, dan interface digital dirancang dengan pendekatan yang masuk akal.
Ini membuat dunia Pragmata terasa lebih nyata dan relevan dengan isu-isu teknologi saat ini. Pemain bisa merasa bahwa dunia ini bisa terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan.
Jejak Kawamori dalam Industri Game dan Anime
Shoji Kawamori bukan nama asing bagi pecinta anime dan game mecha. Ia telah lama menjadi arsitek di balik beberapa franchise besar yang menggabungkan musik, robot, dan cerita yang mendalam.
1. Macross dan Warisan Mecha Modern
Sebagai pencipta Macross, Kawamori membawa revolusi dalam genre mecha. Ia menggabungkan pertempuran robot dengan elemen musikal dan drama romansa. Pendekatan ini menciptakan format baru yang kemudian banyak ditiru.
Macross juga dikenal karena detail mekanikalnya yang rumit dan setting yang realistis. Hal ini sejalan dengan pendekatan yang ia bawa ke Pragmata.
2. Transformers dan Awal Karier
Sebelum menjadi sosok utama di Macross, Kawamori pernah bekerja pada proyek Diaclone, mainan robot yang bisa berubah bentuk. Mainan ini kemudian menjadi dasar dari Transformers setelah diadaptasi oleh Hasbro dan Takara Tomy.
Kontribusinya di sini menunjukkan betapa visioner-nya ia dalam bidang desain mekanik dan transformasi objek.
3. Proyek Game Sebelumnya
Selain anime, Kawamori juga aktif di dunia video game. Ia pernah terlibat dalam konsep desain robot untuk beberapa judul populer:
- Omega Boost: Game PS1 yang menampilkan mecha futuristik.
- Armored Core: Seri game simulasi mecha yang sangat populer.
- Daemon x Machina: Game action mecha modern dengan sentuhan estetika retro.
Melalui pengalaman ini, ia membawa pemahaman mendalam tentang bagaimana mekanik dan cerita bisa saling melengkapi dalam media interaktif.
Mengapa Partisipasi Kawamori Penting untuk Pragmata?
Partisipasi Shoji Kawamori dalam Pragmata bukan sekadar kolaborasi selebritas. Ia datang dengan visi dan metodologi yang telah teruji selama puluhan tahun. Ini membawa nilai tambah tersendiri bagi game yang ingin mengedepankan kredibilitas dunia dan karakter.
1. Otoritas dalam Dunia Sci-Fi
Dengan rekam jejak di anime dan game bertema futuristik, Kawamori membawa otoritas. Ketika ia mengatakan bahwa suatu teknologi “bisa terjadi”, itu bukan asal-asalan.
2. Kredibilitas Visual dan Naratif
Desain karakter dan dunia yang ia bantu ciptakan bukan cuma cantik. Mereka juga punya dasar logika dan filosofi. Ini membuat pemain merasa bahwa apa yang mereka lihat bukan cuma efek visual belaka, tapi bagian dari dunia yang utuh.
3. Daya Tarik Global
Nama besar seperti Kawamori juga menarik perhatian global. Bagi penggemar anime dan mecha di luar Jepang, kehadirannya memberi daya tarik tersendiri terhadap Pragmata.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini didasarkan pada data dan pernyataan publik yang tersedia hingga April 2025. Detail spesifik tentang kontribusi individu dalam pengembangan game bisa berubah seiring waktu dan belum tentu sepenuhnya tercermin dalam produk akhir. Data dan informasi dapat diperbarui oleh pihak pengembang sewaktu-waktu.
Dengan partisipasi Shoji Kawamori, Pragmata tidak hanya menjadi game aksi sci-fi biasa. Ia adalah karya yang mempertemukan nostalgia masa lalu dengan eksplorasi masa depan. Dan hasilnya? Dunia yang terasa nyata, karakter yang punya kedalaman, serta cerita yang layak disimak dari awal sampai akhir.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













