Menjelang Lebaran 2026, masyarakat penerima manfaat bansos kembali mendapat kabar baik. Salah satunya adalah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama susulan senilai Rp600 ribu. Dana ini masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM (Keluarga Penerima Manfaat) secara bertahap.
Bansos BPNT diberikan pemerintah melalui Kemensos dengan nominal Rp200 ribu per bulan. Karena penyaluran dilakukan tiga bulan sekaligus, maka total yang diterima setiap KPM mencapai Rp600 ribu. Dana ini bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya.
Cek Status Bansos BPNT Sebelum Gunakan
Sebelum menggunakan dana tersebut, KPM disarankan memastikan bahwa status bantuan mereka masih aktif. Hal ini penting untuk menghindari kendala saat berbelanja menggunakan KKS.
Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai menerima pencairan BPNT susulan ini. Namun, belum semua wilayah mendapat penyaluran bersamaan. Oleh karena itu, KPM yang belum mendapat dana diminta bersabar dan mengecek status bansos secara berkala.
1. Datang ke Operator SIKS-NG
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah datang langsung ke operator SIKS-NG di wilayah setempat. Operator ini biasanya berada di kantor kelurahan atau puskesmas terdekat. Mereka akan membantu mengecek apakah data KPM masih aktif dan apakah bantuan sudah cair.
2. Hubungi Pendamping Sosial
Pendamping sosial juga bisa menjadi sumber informasi yang akurat. Mereka sering kali memiliki data terbaru terkait penyaluran bansos dan dapat memberikan penjelasan jika terjadi kendala pada KKS milik KPM.
3. Cek Status Secara Mandiri
Bagi yang ingin mengecek secara mandiri, bisa melalui situs resmi atau aplikasi yang disediakan oleh Kemensos. Langkah ini cukup praktis karena bisa dilakukan di rumah tanpa harus keluar.
Syarat Cek Mandiri
- Nomor KKS aktif
- Akses internet
- Perangkat yang terhubung (HP/laptop)
Langkah-Langkah Cek Mandiri
- Buka situs resmi Kemensos atau aplikasi yang tersedia.
- Masukkan nomor KKS dan data diri sesuai yang terdaftar.
- Pilih menu cek status bansos atau riwayat penyaluran.
- Jika status aktif dan dana sudah cair, akan muncul informasi nominal yang tersedia.
Perbandingan Bansos BPNT Reguler dan Susulan
| Jenis Bansos | Nominal per Bulan | Durasi Penyaluran | Total Penyaluran |
|---|---|---|---|
| Reguler | Rp200.000 | 3 bulan | Rp600.000 |
| Susulan | Rp200.000 | 3 bulan | Rp600.000 |
Catatan: Penyaluran susulan biasanya terjadi jika ada keterlambatan teknis atau penyesuaian data penerima.
Tips Menggunakan Bansos BPNT dengan Bijak
- Prioritaskan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan lauk pauk.
- Belanja di toko rekanan agar transaksi lebih lancar dan tercatat.
- Simpan struk belanja sebagai bukti penggunaan dana bansos.
- Hindari pembelian barang non-pangan seperti pulsa atau rokok karena tidak diperbolehkan.
Jadwal Penyaluran Bansos BPNT Tahap Susulan 2026
| Bulan | Tahap Penyaluran | Target Wilayah |
|---|---|---|
| April 2026 | Tahap 1 | Wilayah Jawa-Bali |
| Mei 2026 | Tahap 2 | Wilayah Sumatera |
| Juni 2026 | Tahap 3 | Wilayah Indonesia Timur |
Disclaimer: Jadwal dan nominal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Informasi terbaru sebaiknya dicek secara berkala melalui sumber resmi.
Kriteria Penerima Bansos BPNT
Untuk menjadi penerima BPNT, seseorang harus memenuhi sejumlah kriteria berikut:
- Termasuk dalam keluarga tidak mampu berdasarkan data terpadu
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
- Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang masih aktif
- Tidak menerima bansos lain yang bersifat tumpang tindih
Penyaluran Bansos yang Tertunda
Beberapa faktor bisa menyebabkan penyaluran bansos tertunda, seperti:
- Data yang tidak lengkap
- KKS tidak aktif
- Gangguan sistem teknis
Jika mengalami kendala seperti ini, KPM bisa menghubungi pendamping sosial atau operator setempat untuk mempercepat proses verifikasi.
Kesimpulan
Pencairan bansos BPNT tahap pertama susulan menjelang Lebaran 2026 memberi angin segar bagi keluarga penerima manfaat. Dana senilai Rp600 ribu bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok selama tiga bulan ke depan. Namun, penting untuk memastikan status bansos tetap aktif dan menggunakan dana tersebut sesuai ketentuan.
Bagi yang belum menerima, tidak perlu khawatir. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan bisa dicek secara mandiri atau melalui pihak terkait. Selalu pantau informasi resmi agar tidak ketinggalan update terbaru terkait bansos.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













