Bantuan sosial (bansos) memang menjadi harapan banyak keluarga di tengah keterbatasan ekonomi. Tapi, tak sedikit juga yang merasa layak menerimanya, namun bantuan tersebut tak kunjung cair. Salah satu penyebab utamanya adalah desil. Angka ini menentukan seberapa sejahtera kondisi ekonomi seseorang menurut data BPS. Jika desil terlalu tinggi, otomatis nama seseorang tidak akan muncul dalam daftar penerima bansos.
Padahal, tidak semua data desil akurat. Banyak kasus di mana seseorang sebenarnya layak mendapat bantuan, tapi terjebak karena kesalahan pencatatan desil. Kabar baiknya, desil ini bisa diubah. Ada langkah resmi yang bisa ditempuh untuk memperbaikinya.
Mengapa Desil Bisa Salah?
Desil ditentukan melalui data dari Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dikumpulkan oleh petugas lapangan. Proses ini melibatkan survei langsung ke rumah tangga untuk menilai kondisi ekonomi berdasarkan aset, pendapatan, dan kebutuhan dasar.
Namun, tidak semua survei berjalan mulus. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kesalahan data.
1. Responden Tidak Tersedia Saat Survei
Petugas datang ke rumah, tapi pemilik atau anggota keluarga sedang tidak ada. Akibatnya, data yang dikumpulkan bisa saja tidak lengkap atau bahkan diisi oleh tetangga yang kurang tahu kondisi sebenarnya.
2. Data Aset Tidak Terkini
Banyak keluarga yang sebelumnya memiliki aset seperti kendaraan atau tanah, tapi kini sudah tidak lagi. Misalnya, motor sudah dijual, atau lahan sudah dialihkan. Sayangnya, data lama itu tetap tercatat, membuat tingkat kesejahteraan terlihat lebih tinggi dari kenyataan.
3. Kesalahan Input Data
Kesalahan teknis juga bisa terjadi saat petugas memasukkan data ke sistem. Salah ketik atau salah pilih opsi bisa berdampak besar pada penilaian desil.
Akibat dari ketiga hal ini, banyak keluarga yang sebenarnya masuk dalam kategori prasejahtera justru tercatat di desil 6, 7, atau bahkan lebih tinggi. Padahal, seharusnya mereka layak mendapat bantuan.
Desil Bisa Diubah, Ini Cara Resminya
Yang mengejutkan, banyak orang tidak tahu bahwa desil bisa diubah. Padahal, sudah banyak kasus di mana warga berhasil mengubah desilnya dan akhirnya bisa menerima bansos.
Proses perubahan desil dilakukan melalui sistem yang disediakan oleh Kementerian Sosial. Ada beberapa langkah yang perlu diikuti agar pengajuan perubahan diterima.
1. Pastikan Data Diri di DTKS
Sebelum mengajukan perubahan desil, pastikan data diri di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah benar. Termasuk nama lengkap, NIK, KK, dan alamat. Jika ada kesalahan di sini, proses perubahan bisa terhambat.
2. Akses Situs atau Aplikasi Resmi
Kemensos menyediakan platform digital untuk pengajuan perubahan data. Bisa melalui situs resmi atau aplikasi bernama SIKAP (Sistem Informasi Kesejahteraan Anak dan Perlindungan Sosial).
3. Isi Formulir Pengajuan Perubahan Data
Di dalam formulir, pengguna diminta mengisi data lama dan data baru yang benar. Termasuk informasi tentang aset, kondisi rumah, dan jumlah tanggungan. Jangan lupa lampirkan dokumen pendukung seperti foto rumah, surat keterangan tidak mampu, atau bukti kepemilikan aset yang sudah tidak ada.
4. Verifikasi oleh Petugas Lapangan
Setelah formulir diajukan, petugas dari kelurahan atau kecamatan akan melakukan verifikasi ulang. Mereka akan datang ke rumah untuk memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan data yang diajukan.
5. Tunggu Proses Validasi
Jika verifikasi berhasil, data akan masuk ke tahap validasi oleh pihak Kemensos. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu, tergantung beban kerja dan akurasi data yang diajukan.
6. Cek Hasil Perubahan Desil
Setelah validasi selesai, hasil perubahan desil bisa dicek melalui sistem yang sama. Jika berhasil, maka nama keluarga akan masuk ke daftar calon penerima bansos sesuai dengan desil yang baru.
Tips agar Pengajuan Perubahan Desil Berhasil
Mengajukan perubahan desil memang bisa dilakukan, tapi tidak semua pengajuan diterima. Agar lebih berhasil, ada beberapa tips yang bisa diikuti.
Lengkapi Dokumen Pendukung
Semakin lengkap dokumen yang dilampirkan, semakin besar kemungkinan pengajuan diterima. Termasuk foto rumah, surat keterangan dari kelurahan, atau bukti penjualan aset.
Jujur dan Akurat
Jangan memanipulasi data. Justru jika ketahuan tidak jujur, pengajuan bisa ditolak dan malah membuat masalah baru.
Koordinasi dengan Petugas Kelurahan
Berbicara langsung dengan petugas di kelurahan atau kecamatan bisa mempercepat proses. Mereka bisa memberikan informasi terkini dan membantu jika ada kendala teknis.
Cek Berkala
Proses perubahan desil tidak instan. Cek secara berkala status pengajuan dan pastikan tidak ada data yang tertinggal.
Tabel Perbandingan Desil dan Hak Akses Bansos
Berikut adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara desil dan jenis bansos yang bisa diterima:
| Desil | Kelayakan Bansos | Jenis Bansos yang Biasa Diterima |
|---|---|---|
| 1 | Sangat Prasejahtera | PKH, BPNT, BLT |
| 2 | Prasejahtera | PKH, BPNT, BLT |
| 3 | Rentan Miskin | BPNT, BLT |
| 4 | Miskin | BLT |
| 5 | Hampir Miskin | BLT (tertentu) |
| 6-10 | Tidak Layak | Tidak mendapat bansos rutin |
Disclaimer
Data desil dan kebijakan bansos bersifat dinamis. Informasi yang berlaku saat ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah. Disarankan untuk selalu mengecek informasi terbaru melalui situs resmi Kemensos atau menghubungi pihak kelurahan setempat.
Desil yang salah bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Dengan langkah yang tepat dan data yang akurat, seseorang masih punya kesempatan untuk mendapat bantuan yang seharusnya diterima. Jangan ragu untuk mengajukan perubahan jika merasa layak.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













