Bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) terus menjadi perhatian utama masyarakat menjelang Maret 2026. Terutama bagi keluarga yang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tidak hanya nominalnya yang dinantikan, pencairan bansos ini juga perlu dicek secara berkala untuk memastikan status penerimaan tetap aktif.
Tahun ini, aturan baru diterapkan dalam penetapan desil penerima bansos. Jika sebelumnya batas desil mencakup 1 hingga 5, kini hanya masyarakat dengan desil 1 sampai 4 yang berhak menerima bantuan. Perubahan ini berlaku untuk kedua program, baik PKH maupun BPNT. Oleh karena itu, penting untuk memastikan data diri tetap terdaftar dengan benar di sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Waspada Link Hoaks Pendaftaran Bansos Ramadan 2026
Menjelang bulan Ramadan 2026, beredar informasi menarik tentang pendaftaran bansos secara online. Beberapa unggahan di media sosial mengklaim bahwa ada link khusus untuk mendaftar bansos Ramadan. Padahal, informasi tersebut adalah hoaks dan tidak berasal dari Kemensos.
Link palsu ini biasanya mengarahkan pengguna ke situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, nomor Telegram, provinsi, dan jenis kelamin. Data seperti ini rentan disalahgunakan untuk kejahatan digital. Masyarakat diminta untuk selalu mengakses situs resmi pemerintah agar tidak terjebak dalam penipuan.
Nominal Bansos PKH dan BPNT Maret 2026
Bagi keluarga yang terdaftar sebagai penerima bansos, mengetahui besaran bantuan yang diterima sangat penting. Berikut rincian nominal bantuan PKH berdasarkan kategori penerima:
| Kategori Penerima | Nominal per Tahun | Nominal per Tahap |
|---|---|---|
| Ibu hamil | Rp 3.000.000 | Rp 750.000 |
| Anak usia dini | Rp 3.000.000 | Rp 750.000 |
| Siswa SD | Rp 900.000 | Rp 225.000 |
| Siswa SMP | Rp 1.500.000 | Rp 375.000 |
| Siswa SMA | Rp 2.000.000 | Rp 500.000 |
| Disabilitas berat | Rp 2.400.000 | Rp 600.000 |
| Lanjut usia 60+ | Rp 2.400.000 | Rp 600.000 |
| Korban pelanggaran HAM berat | Rp 10.800.000 | Rp 2.700.000 |
Sementara itu, penerima BPNT mendapatkan bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan. Namun, pencairan dilakukan tiga bulan sekali, sehingga total bantuan dalam satu tahap mencapai Rp 600.000.
Jadwal Pencairan Bansos Tahun 2026
Pemerintah kembali menerapkan sistem pencairan bansos secara bertahap. Dalam satu tahun, penerima akan mendapatkan bantuan sebanyak empat kali. Berikut jadwal lengkapnya:
- Tahap 1: Januari, Februari, Maret
- Tahap 2: April, Mei, Juni
- Tahap 3: Juli, Agustus, September
- Tahap 4: Oktober, November, Desember
Perlu dicatat bahwa tidak ada tanggal pasti pencairan bansos setiap bulan. Proses bisa berlangsung di pekan pertama hingga akhir bulan. Oleh karena itu, penerima disarankan untuk mengecek status secara berkala melalui situs atau aplikasi resmi.
1. Cara Cek Bansos via Website Resmi
Untuk mengetahui apakah seseorang masih terdaftar sebagai penerima bansos, langkah pertama adalah mengakses situs resmi Kemensos. Berikut panduan lengkapnya:
- Buka situs resmi di cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK KTP yang ingin dicek
- Pastikan data NIK sudah benar
- Isi kode verifikasi dengan 4 huruf yang muncul
- Klik tombol "CARI DATA"
Setelah proses pencarian selesai, sistem akan menampilkan status penerima bansos. Jika terdaftar, akan muncul keterangan "YA" pada kolom BPNT atau PKH. Jika tidak, maka statusnya "TIDAK".
2. Cara Cek Bansos via Aplikasi Mobile
Bagi yang lebih nyaman menggunakan ponsel, pemerintah juga menyediakan aplikasi "Cek Bansos" yang bisa diunduh di Play Store atau App Store. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos
- Pilih "Buat Akun" jika belum memiliki akun
- Lengkapi data diri seperti nama, NIK, alamat, email, dan password
- Unggah foto KTP dan swafoto
- Verifikasi email jika diminta
- Login dan buka menu Profil
- Cek status penerima bansos untuk seluruh anggota keluarga
Aplikasi ini juga menampilkan informasi lengkap seperti nama, usia, jenis kelamin, dan status penerima untuk tiap anggota keluarga yang terdaftar di DTKS.
Tips Aman Saat Mengecek Bansos
Mengecek bansos memang mudah, tapi tetap perlu kehati-hatian. Jangan sembarangan mengakses situs atau aplikasi yang tidak jelas. Pastikan selalu menggunakan platform resmi dari Kemensos. Jika ada tautan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib atau Kominfo.
Selain itu, jangan pernah memberikan data pribadi seperti NIK, KK, atau nomor rekening kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bansos. Semua proses pengecekan bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu membayar biaya apapun.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi terbaru dan akurat, selalu cek langsung di situs resmi Kemensos atau hubungi kantor pelayanan terdekat.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













