Bansos Kemensos

Panduan Lengkap Mengecek Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Melalui Website dan Aplikasi Pemerintah

Herdi Alif Al Hikam
×

Panduan Lengkap Mengecek Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Melalui Website dan Aplikasi Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Panduan Lengkap Mengecek Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Melalui Website dan Aplikasi Pemerintah

Bantuan sosial (bansos) Program Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali cair di Maret 2026. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan bisa diakses oleh keluarga yang membutuhkan. Bagi penerima, penting untuk mengetahui pencairan bansos secara berkala, agar tidak ketinggalan informasi.

Melalui sistem digital, masyarakat kini bisa mengecek bansos dengan lebih mudah. Cukup lewat perangkat gawai, status pencairan bisa langsung terlihat. Tidak perlu lagi datang ke kantor dinas sosial setempat. Cukup akses laman atau aplikasi resmi dari Kemensos, semua informasi ada di ujung jari.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Bansos PKH dan BPNT?

Penerima ditentukan berdasarkan kriteria desil. Desil ini merupakan pengelompokan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengukur tingkat kesejahteraan keluarga. Semakin rendah nilai desilnya, semakin membutuhkan bantuan.

Pada tahun 2026, penerima bansos PKH dan BPNT berasal dari desil 1 hingga 4. Artinya, hanya keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah yang masuk dalam daftar penerima. Ini merupakan penyesuaian dari tahun-tahun sebelumnya, di mana penerima BPNT masih mencakup desil 1 hingga 5.

1. Kriteria Desil Penerima Bansos 2026

  • PKH: Desil 1–4
  • BPNT: Desil 1–4
  • -JKN: Desil 1–5 atau hasil asesmen
  • ATENSI: Desil 1–5 atau asesmen
  • Bansos lain dari Kemensos: Desil 1–5 atau asesmen

Kriteria ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Masyarakat yang masuk dalam kategori ini biasanya memiliki penghasilan rendah, tidak memiliki jaminan sosial, atau berada dalam kondisi rentan.

Waspada Penipuan Terkait Bansos Ramadan 2026

Menjelang bulan Ramadan, beredar informasi di media sosial yang mengklaim adanya pendaftaran bansos Ramadan 2026. Informasi ini ternyata hoaks. Pemerintah tidak membuka pendaftaran bansos secara online, apalagi melalui media sosial.

Link palsu yang beredar biasanya meminta data pribadi seperti nama lengkap, NIK, nomor telepon, dan data lainnya. Ini berpotensi digunakan untuk kejahatan siber. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan hanya mengakses situs resmi Kemensos.

Jadwal Penyaluran Bansos PKH dan BPNT 2026

Penyaluran bansos PKH dan BPNT dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Dalam satu tahun, akan ada empat tahap penyaluran. Setiap tahap mencakup tiga bulan bantuan yang dibayarkan sekaligus.

2. Jadwal Pencairan Bansos 2026

Tahap Bulan
1 Januari – Maret
2 April – Juni
3 Juli – September
4 Oktober – Desember

Untuk Maret 2026, penyaluran bansos sedang berlangsung dalam tahap pertama. Meski tidak ada tanggal pasti pencairan, pemerintah menyarankan masyarakat untuk mengecek status bansos secara berkala melalui situs resmi.

Panduan Cek Bansos via Situs Resmi

Cek bansos bisa dilakukan melalui situs resmi Kemensos. Prosesnya cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. Hanya perlu data diri seperti NIK dan nama lengkap sesuai KTP.

3. Langkah-Langkah Cek Bansos via Website

  1. Buka browser dan kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih , kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai domisili
  3. Masukkan nama lengkap penerima bansos
  4. Isi kode verifikasi yang muncul di layar
  5. Klik tombol CARI DATA

Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi apakah nama tersebut termasuk penerima bansos atau tidak. Jika iya, akan muncul jenis bantuan dan status pencairannya.

Panduan Cek Bansos via Aplikasi

Selain lewat situs, masyarakat juga bisa mengecek bansos melalui aplikasi resmi yang tersedia di Play Store dan App Store. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melihat status bansos secara lebih lengkap, termasuk data keluarga lain yang terdaftar.

4. Langkah-Langkah Cek Bansos via Aplikasi

  1. Unduh aplikasi Cek Bansos dari toko aplikasi
  2. Buka aplikasi dan pilih Buat
  3. Isi data diri lengkap: nama, NIK, alamat, email, dan password
  4. Unggah foto KTP dan swafoto
  5. Verifikasi email jika diminta
  6. Login ke akun yang telah dibuat
  7. Buka menu Profil untuk melihat informasi bansos

Dalam menu profil, akan muncul data lengkap penerima bansos, termasuk nama, usia, jenis kelamin, dan status bantuan yang diterima.

Besaran Nominal Bansos PKH dan BPNT 2026

Nominal bansos PKH dan BPNT setiap tahun mengalami penyesuaian. Untuk tahun 2026, besarannya masih mengacu pada ketentuan tahun sebelumnya, dengan harapan akan ada peningkatan di masa mendatang.

5. Rincian Nominal Bansos PKH 2026

Kategori Nominal per Tahun Nominal per Tahap
Ibu hamil Rp 3.000.000 Rp 750.000
Anak usia dini Rp 3.000.000 Rp 750.000
Siswa SD Rp 900.000 Rp 225.000
Siswa SMP Rp 1.500.000 Rp 375.000
Siswa SMA Rp 2.000.000 Rp 500.000
Disabilitas berat Rp 2.400.000 Rp 600.000
Lanjut usia 60+ Rp 2.400.000 Rp 600.000
HAM Rp 10.800.000 Rp 2.700.000

Sementara itu, untuk bansos BPNT, setiap penerima mendapat bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan. Dalam satu tahap pencairan, total yang diterima adalah Rp 600.000 (tiga bulan sekaligus).

Tips Aman Saat Mengecek Bansos

Mengecek bansos memang mudah, tapi tetap perlu waspada. Jangan sembarangan mengakses situs atau aplikasi yang mengatasnamakan Kemensos. Selalu pastikan situs yang digunakan adalah yang resmi.

Gunakan koneksi internet yang aman saat mengakses informasi pribadi. Jika menggunakan aplikasi, pastikan itu adalah aplikasi resmi dari Kemensos. Hindari mengisi data pribadi di situs yang mencurigakan.

Disclaimer

Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi terkini dan , selalu cek langsung melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.