Pemerintah kembali menggelontorkan sejumlah bantuan menjelang Idulfitri 2026, salah satunya berupa Tunjangan Hari Raya (THR) yang penyalurannya sudah mulai digeber sejak beberapa pekan lalu. Tidak hanya untuk ASN dan pensiunan, tahun ini ada terobosan baru yang menarik perhatian, yaitu penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) untuk driver ojek online dan kurir. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat stimulus ekonomi agar masyarakat bisa merayakan lebaran dengan lebih tenang.
Salah satu kabar menarik datang dari sebuah desa yang mulai menerapkan sistem penyaluran THR secara mandiri. Penyaluran dilakukan berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) penerima bansos. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat distribusi bantuan menjelang lebaran.
1. THR ASN 2026: Alokasi Fantastis Rp55 Triliun
Tunjangan Hari Raya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini mengalami peningkatan anggaran yang cukup signifikan. Pemerintah menaikkan total alokasi THR menjadi Rp55 triliun, naik dari Rp49 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan aparatur negara tetap bisa menikmati momen lebaran dengan lebih layak.
Rincian THR ASN 2026
| Golongan | Jumlah Anggaran | Jumlah Penerima |
|---|---|---|
| ASN Pusat, TNI, dan Polri | Rp22,2 triliun | 2,4 juta personel |
| ASN Daerah | Rp20,2 triliun | 4,3 juta pegawai |
| Pensiunan | Rp12,7 triliun | 3,8 juta penerima |
Penyaluran THR dilakukan secara bertahap sejak awal April 2026, langsung ke rekening masing-masing penerima. ASN pusat dan daerah menjadi prioritas utama dalam tahap awal pencairan.
2. Terobosan Baru: Bonus Hari Raya (BHR) bagi Driver Ojol dan Kurir
Tidak hanya ASN dan pensiunan, tahun ini pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada para pekerja informal, khususnya driver ojek online dan kurir. Program ini diberi nama Bonus Hari Raya (BHR), yang merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama setahun terakhir.
Syarat Penerima BHR 2026
- Terdaftar aktif sebagai mitra di platform digital resmi.
- Memiliki riwayat transaksi aktif minimal 50 kali dalam 3 bulan terakhir.
- Tidak memiliki catatan pelanggaran berat selama masa kerja.
BHR ini diberikan sebesar Rp1 juta per orang dan disalurkan melalui transfer langsung ke rekening penerima. Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai pertengahan April 2026.
3. THR Mandiri di Desa: Inisiatif Lokal Berbasis Data Bansos
Di tengah penyaluran THR dan BHR yang digulirkan pemerintah pusat, sebuah desa di Jawa Tengah mencoba pendekatan berbeda. THR disalurkan secara mandiri oleh pemerintah desa dengan menggunakan data penerima bansos yang sudah terverifikasi.
Langkah-Langkah Penyaluran THR Mandiri
- Verifikasi data KK penerima bansos melalui DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
- Penyusunan daftar calon penerima THR berdasarkan kelayakan ekonomi.
- Pencairan dana THR melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
- Monitoring dan evaluasi pasca-penyaluran.
Desa ini membagikan THR sebesar Rp500 ribu per KK kepada 200 keluarga terpilih. Inisiatif ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat menjelang lebaran serta mempercepat sirkulasi ekonomi di tingkat desa.
4. Perbandingan THR dan BHR 2026 dengan Tahun Sebelumnya
| Jenis Bantuan | Tahun 2025 | Tahun 2026 | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| THR ASN | Rp49 triliun | Rp55 triliun | 12,2% |
| THR Pensiunan | Rp11,3 triliun | Rp12,7 triliun | 12,4% |
| BHR Driver/Kurir | – | Rp1 juta/orang | Baru |
| THR Desa Mandiri | – | Rp500 ribu/KK | Baru |
5. Tips Cek Status Penerima THR dan Bansos
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah dirinya termasuk penerima THR atau bansos, berikut beberapa cara mudah yang bisa dilakukan:
- Cek melalui situs resmi bansos di cekbanpres.bpnt.go.id menggunakan NIK dan nomor KK.
- Gunakan aplikasi SIKMA (Sistem Informasi Kesejahteraan Masyarakat) untuk melihat riwayat penerimaan bansos.
- Datangi kantor kelurahan atau desa terdekat untuk menanyakan langsung data penerima bansos.
6. Jadwal Penyaluran THR dan Bansos 2026
| Minggu | Jenis Penyaluran | Target Penerima |
|---|---|---|
| Minggu 1 (1-7 Apr) | THR ASN Pusat, TNI, Polri | 2,4 juta orang |
| Minggu 2 (8-14 Apr) | THR ASN Daerah | 4,3 juta orang |
| Minggu 3 (15-21 Apr) | THR Pensiunan | 3,8 juta orang |
| Minggu 4 (22-28 Apr) | BHR Driver/Kurir | 1,2 juta orang |
| Minggu 5 (29 Apr-5 Mei) | THR Desa Mandiri | 200 KK |
Disclaimer
Data dan jadwal penyaluran yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya agar tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.
Dengan berbagai inovasi dalam penyaluran THR dan bansos tahun ini, pemerintah berharap masyarakat bisa merasakan manfaat langsung menjelang Idulfitri. Terlebih lagi dengan adanya inisiatif desa yang mempercepat distribusi secara mandiri, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pusat dan daerah semakin solid dalam mendukung kesejahteraan rakyat.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













