PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali membagikan kabar gembira bagi para pemegang saham. Dalam tahun buku 2025, BCA memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Jumlah ini setara dengan total dana yang dibagikan mencapai Rp41,3 triliun, diambil dari laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,56 triliun.
Sebelumnya, BCA juga telah membagikan dividen interim senilai Rp55 per saham atau sekitar Rp6,77 triliun di akhir tahun lalu. Artinya, sisa pembayaran dividen tunai tahun ini mencapai Rp281 per saham, atau totalnya Rp34,5 triliun. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tahun ini mencapai 72%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 67,4%.
Sejarah Dividen BCA dalam Lima Tahun Terakhir
BCA dikenal sebagai emiten yang loyal terhadap pemegang saham. Selama beberapa tahun terakhir, bank ini konsisten membagikan sebagian besar laba bersihnya dalam bentuk dividen. Kebijakan ini menjadikan BBCA sebagai salah satu saham favorit di pasar modal Indonesia.
1. Dividen Tahun Buku 2020
Pada tahun 2020, BCA membagikan dividen tunai sebesar Rp530 per saham. Jumlah ini merupakan 48% dari total laba bersih tahun itu. Dividen ini sudah termasuk pembayaran interim sebesar Rp98 per saham yang dibayarkan pada Desember 2020.
2. Dividen Tahun Buku 2021
Di tahun 2021, BCA membagikan dividen tunai senilai Rp145 per saham. Total pembayaran mencapai 56,9% dari laba bersih yang tercatat sebesar Rp31,42 triliun.
3. Dividen Tahun Buku 2022
Pada tahun buku 2022, total dividen yang dibagikan mencapai Rp25,3 triliun. Angka ini setara dengan 62,1% dari laba bersih BCA sebesar Rp40,7 triliun.
4. Dividen Tahun Buku 2023
BCA menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp270 per saham. Totalnya mencapai Rp33,28 triliun atau 68,4% dari laba bersih. Pembayaran ini sudah termasuk dividen interim sebesar Rp42,5 per saham yang dibayarkan sebelumnya.
5. Dividen Tahun Buku 2024
Tahun lalu, total dividen yang dibagikan mencapai Rp300 per saham. Ini termasuk dividen interim Rp50 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya. Sisanya, sebesar Rp250 per saham atau total Rp36,98 triliun, dibayarkan pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan 67,4% dari laba bersih tahun itu.
Perbandingan Dividen BCA 2020–2025
Berikut adalah rincian pembagian dividen BCA dalam lima tahun terakhir:
| Tahun Buku | Dividen per Saham (Rp) | Total Dividen (Triliun) | % dari Laba Bersih |
|---|---|---|---|
| 2020 | 530 | 6,53 | 48% |
| 2021 | 145 | 1,79 | 56,9% |
| 2022 | 230 | 25,3 | 62,1% |
| 2023 | 270 | 33,28 | 68,4% |
| 2024 | 300 | 36,98 | 67,4% |
| 2025 | 336 | 41,3 | 72% |
Faktor Pendukung Kenaikan Dividen BCA
1. Kinerja Laba yang Stabil
BCA terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Di tahun 2025, laba bersih bank ini mencapai Rp57,56 triliun, naik 4,94% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat laba Rp54,85 triliun.
2. Pertumbuhan Pendapatan Kredit
Peningkatan pendapatan dari segmen kredit turut mendorong laba bersih BCA. Portofolio kredit yang terus berkembang menjadi salah satu pilar utama pendapatan bank ini.
3. Efisiensi Biaya Operasional
BCA juga dikenal mampu menjaga efisiensi biaya operasional. Dengan tetap menjaga kualitas layanan, bank ini mampu menekan pengeluaran dan meningkatkan margin laba.
4. Kebijakan Dividen yang Konservatif
BCA mempertahankan kebijakan dividen yang konservatif namun loyal. Meskipun tidak membagikan seluruh laba, bank ini tetap memprioritaskan pemegang saham dalam pembagian keuntungan.
Strategi Dividen BCA di Tahun Mendatang
1. Mempertahankan Rasio Dividen yang Kompetitif
BCA berkomitmen untuk terus mempertahankan rasio pembagian dividen yang kompetitif. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor jangka panjang.
2. Menyeimbangkan Antara Dividen dan Reinvestasi
Meskipun loyal membagikan dividen, BCA tetap menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan dan reinvestasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
3. Meningkatkan Transparansi Laporan Keuangan
BCA terus meningkatkan transparansi pelaporan keuangan. Ini memberikan kepercayaan lebih besar bagi investor untuk tetap bertahan di tengah volatilitas pasar.
Apa Kata Analis tentang Dividen BCA?
Para analis pasar modal memandang positif langkah BCA dalam meningkatkan pembagian dividen. Dengan rasio payout ratio yang naik menjadi 72%, BCA dianggap semakin menarik bagi investor yang mencari income pasif dari saham.
Namun, tetap perlu diingat bahwa kebijakan dividen bisa berubah tergantung kondisi makroekonomi dan kinerja keuangan perseroan di masa depan.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh PT Bank Central Asia Tbk. dan media terpercaya. Informasi ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.









