Bank Jago (ARTO) berhasil mencatatkan pencapaian finansial yang solid sepanjang tahun 2025. Laba bersih setelah pajak yang dibukukan mencapai Rp276 miliar, naik signifikan 115% dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp129 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi kinerja bank digital dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan.
Peningkatan kinerja keuangan Bank Jago tidak lepas dari ekspansi kredit yang terus berjalan serta peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Dukungan dari ekosistem digital yang terus dikembangkan juga menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Kinerja Keuangan Bank Jago Sepanjang 2025
Pertumbuhan laba Bank Jago pada 2025 mencerminkan strategi bisnis yang fokus pada digitalisasi dan inklusi keuangan. Laba bersih yang melonjak hingga 115% menunjukkan bahwa model bisnis berbasis teknologi yang diusung bank ini mulai membuahkan hasil.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah nasabah dan pemanfaatan produk digital secara bersamaan saling mendukung. Semakin banyaknya pengguna layanan Bank Jago membuka peluang peningkatan DPK dan ekspansi kredit.
1. Peningkatan Saluran Kredit
Saluran kredit Bank Jago mencapai Rp24,3 triliun pada akhir 2025, naik 38% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp17,7 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital.
2. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago juga mengalami lonjakan yang sejalan dengan pertumbuhan kredit. DPK mencapai Rp25,9 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp18,8 triliun di periode yang sama tahun lalu.
3. Jumlah Nasabah yang Terus Bertambah
Jumlah nasabah Bank Jago hingga akhir 2025 mencapai 18,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, 14,2 juta merupakan pengguna aktif aplikasi Jago dan Jago Syariah. Pertumbuhan nasabah ini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan volume transaksi dan dana yang dihimpun.
4. Total Aset Bank Jago
Total aset Bank Jago juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 28%, dari Rp28,5 triliun pada 2024 menjadi Rp36,5 triliun di akhir 2025. Peningkatan aset ini sejalan dengan ekspansi kredit dan peningkatan DPK.
Kualitas Aset dan Likuiditas yang Terjaga
Meskipun volume kredit meningkat pesat, kualitas aset Bank Jago tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di level rendah, yaitu hanya 0,6%. Angka ini menunjukkan bahwa risiko kredit yang diambil bank masih dalam batas wajar.
5. Rasio Kecukupan Modal (CAR)
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Jago tercatat sebesar 31,6%. Angka ini jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator, menunjukkan bahwa bank memiliki fondasi keuangan yang kuat.
6. Loan to Deposit Ratio (LDR)
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Jago berada di level 94%. Rasio ini menunjukkan bahwa bank mampu menyalurkan sebagian besar dananya dalam bentuk kredit, tanpa mengorbankan likuiditas.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Bank Jago
Pertumbuhan Bank Jago tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan kinerja keuangan bank ini sepanjang 2025.
7. Ekspansi Produk dan Layanan Digital
Bank Jago terus mengembangkan ekosistem digitalnya, termasuk peluncuran fitur-fitur baru di aplikasi Jago dan Jago Syariah. Inovasi ini membuat pengalaman pengguna semakin baik dan menarik lebih banyak nasabah muda.
8. Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)
Sejak pertengahan 2025, Bank Jago mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa proses bisnisnya. Pemanfaatan AI membantu efisiensi operasional dan meningkatkan akurasi layanan.
9. Fokus pada Segmen Milenial dan Gen Z
Gen Z dan milenial menjadi segmen utama yang menggunakan layanan Bank Jago. Mereka lebih nyaman dengan transaksi digital dan cenderung aktif menggunakan fitur-fitur inovatif yang ditawarkan bank ini.
Perbandingan Kinerja Bank Jago: 2024 vs 2025
Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan Bank Jago antara tahun 2024 dan 2025:
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp129 miliar | Rp276 miliar | 115% |
| Saluran Kredit | Rp17,7 triliun | Rp24,3 triliun | 38% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp18,8 triliun | Rp25,9 triliun | 38% |
| Total Aset | Rp28,5 triliun | Rp36,5 triliun | 28% |
| Jumlah Nasabah | 13,1 juta | 18,2 juta | 39% |
| Rasio NPL Gross | 0,7% | 0,6% | – |
| CAR | 30,1% | 31,6% | – |
| LDR | 92% | 94% | – |
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meskipun pencapaian Bank Jago di tahun 2025 sangat positif, tantangan di masa depan tetap ada. Persaingan di sektor perbankan digital semakin ketat, terutama dari fintech dan bank digital lainnya.
Namun, dengan basis nasabah yang terus bertambah dan ekosistem digital yang solid, Bank Jago memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Pemanfaatan AI dan fokus pada generasi muda menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan.
Kesimpulan
Bank Jago berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp276 miliar pada tahun 2025, naik 115% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan kredit, DPK, dan jumlah nasabah yang signifikan. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL rendah dan rasio modal yang kuat. Dengan ekosistem digital yang terus berkembang, Bank Jago menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat simulasi berdasarkan informasi hingga tahun 2025. Nilai dan kondisi keuangan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan bisnis dan regulasi yang berlaku.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.









