Bank Jago mencatat pencapaian penting menjelang akhir tahun 2025. Jumlah nasabahnya tercatat mencapai 18,2 juta, menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mempercayakan pengelolaan keuangan mereka melalui platform digital Bank Jago.
Dari total nasabah tersebut, sekitar 14,2 juta di antaranya adalah pengguna aktif Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Artinya, hampir 78% dari seluruh nasabah Bank Jago berinteraksi langsung dengan layanan digital yang ditawarkan. Peningkatan ini terbilang cukup mencolok, mengingat jumlah nasabah pada akhir 2024 tercatat sebanyak 15,3 juta. Artinya, ada penambahan lebih dari 2,9 juta nasabah baru dalam waktu satu tahun.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang Solid
Seiring dengan meningkatnya jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Jago juga mengalami lonjakan yang menjanjikan. Hingga akhir Desember 2025, total DPK mencapai Rp25,9 triliun. Angka ini naik sekitar 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat Rp18,8 triliun.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa nasabah tidak hanya mendaftar, tapi juga aktif menempatkan dana mereka di bank ini. Ini adalah indikator kuat bahwa kepercayaan terhadap layanan Bank Jago terus meningkat dari waktu ke waktu.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyampaikan bahwa pertumbuhan nasabah dan DPK memiliki hubungan yang erat. Semakin banyak orang yang menggunakan layanan, semakin besar pula dana yang masuk. Ini adalah siklus positif yang mendukung keberlanjutan bisnis perbankan digital.
Inovasi Aplikasi Jago Terus Digulirkan
Bank Jago tidak hanya fokus pada pertumbuhan jumlah nasabah. Perseroan juga terus mengembangkan fitur-fitur unggulan di aplikasi mereka agar pengalaman pengguna semakin baik. Sepanjang 2025, dua fitur penting diluncurkan, yaitu Kantong Valas dan Kartu Digital Pro.
Kantong Valas memungkinkan nasabah menyimpan dan melakukan transaksi dalam mata uang asing secara langsung dari aplikasi. Sementara Kartu Digital Pro dirancang khusus untuk pelaku usaha individu yang membutuhkan solusi pembayaran yang cepat dan efisien.
1. Kantong Valas untuk Simpanan dan Transaksi Asing
Fitur ini memungkinkan nasabah menyimpan dana dalam berbagai mata uang asing seperti USD, SGD, dan EUR. Selain itu, pengguna juga bisa melakukan transaksi internasional langsung dari aplikasi tanpa perlu repot ke cabang bank.
2. Kartu Digital Pro untuk Pelaku Usaha
Kartu ini dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi bisnis harian. Dengan fitur lengkap seperti pembayaran QRIS, tarik tunai, dan integrasi dengan marketplace, Kartu Digital Pro menjadi alat yang sangat membantu para pelaku usaha kecil dan menengah.
Kolaborasi Strategis Dorong Pertumbuhan Bisnis
Bank Jago juga memperluas jaringan kolaborasinya dengan berbagai mitra strategis. Mulai dari ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan, tapi juga memperkaya layanan yang bisa ditawarkan kepada nasabah.
Dengan bekerja sama dengan platform digital lain, Bank Jago bisa menjangkau lebih banyak calon pengguna. Ini juga membantu dalam integrasi layanan keuangan ke dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembayaran tagihan, belanja online, hingga pengelolaan keuangan pribadi.
Penyaluran Kredit Digital Melalui Jago Dana Cepat
Bank Jago juga mengembangkan layanan penyaluran kredit langsung melalui aplikasi, yaitu Jago Dana Cepat. Layanan ini dirancang untuk memberikan akses keuangan yang cepat dan bertanggung jawab kepada nasabah yang membutuhkan dana darurat atau modal usaha.
1. Proses Pengajuan yang Mudah dan Cepat
Nasabah hanya perlu mengisi formulir digital dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Proses persetujuan dilakukan secara otomatis dengan algoritma yang canggih, sehingga pencairan dana bisa dilakukan dalam hitungan menit.
2. Skema Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Jago Dana Cepat dirancang dengan prinsip kehati-hatian. Sistem menilai kemampuan bayar nasabah secara akurat untuk mencegah over-indebtedness. Ini menjaga kesehatan keuangan nasabah sekaligus meminimalkan risiko kredit.
Laba Bank Jago Naik Tajam di Tengah Pertumbuhan Bisnis
Pertumbuhan jumlah nasabah dan DPK tidak serta merta berdampak pada laba. Namun, Bank Jago berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan di tahun 2025. Laba bersih perseroan mencapai Rp276 miliar, naik hampir 139% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini didukung oleh efisiensi operasional dan optimalisasi pendapatan non-bunga. Dengan semakin banyak nasabah yang aktif menggunakan layanan digital, Bank Jago bisa mengurangi biaya operasional yang biasanya tinggi di bank konvensional.
Tabel Perbandingan Pertumbuhan Bank Jago 2024 vs 2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Jumlah Nasabah | 15,3 juta | 18,2 juta | +18,95% |
| Dana Pihak Ketiga | Rp18,8 triliun | Rp25,9 triliun | +37,77% |
| Laba Bersih | Rp111 miliar | Rp276 miliar | +148,65% |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Fokus ke Masa Depan: Tabungan Emas dan Ekspansi Digital
Bank Jago juga tengah mengembangkan produk baru, seperti Tabungan Emas. Produk ini diharapkan bisa menjadi alternatif investasi yang menarik bagi nasabah, terutama di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah dan volatilitas pasar keuangan global.
Produk ini akan memungkinkan nasabah menyimpan nilai kekayaan dalam bentuk emas digital, yang bisa dibeli dan dijual kapan saja melalui aplikasi. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi Bank Jago di segmen layanan investasi ritel.
Kesimpulan
Bank Jago berhasil mencatat pertumbuhan yang solid di tahun 2025. Dengan jumlah nasabah yang terus meningkat, DPK yang melonjak, dan laba yang naik tajam, bank ini menunjukkan bahwa model bisnis digitalnya sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Melalui inovasi aplikasi, kolaborasi strategis, dan produk keuangan yang responsif terhadap tren pasar, Bank Jago terus memperkuat posisinya di industri perbankan digital Indonesia. Pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari fase pertumbuhan yang lebih besar lagi ke depannya.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













