Junaidi Hisom resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Independen di PT Bank Mandiri Taspen. Pengumuman ini disampaikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan restu melalui hasil uji fit and proper test yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.
Keputusan ini tertuang dalam keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 10 Maret 2026. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyampaikan bahwa Junaidi dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan pada 6 Maret 2026. Efektif sejak tanggal yang sama, Junaidi secara resmi memulai perannya di jajaran komisaris bank yang fokus melayani pensiunan ini.
Profil Singkat Junaidi Hisom
Junaidi Hisom bukan sosok baru di dunia perbankan. Pria berusia 67 tahun ini memiliki rekam jejak panjang di sejumlah lembaga keuangan. Pengalamannya mencakup berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Komisaris Independen di PT Bank Pembangunan Daerah Lampung.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Bank BNI Syariah. Bahkan, ia sempat menjadi Plt Direktur Risiko dan Kepatuhan di bank yang sama. Pengalaman itu memberikan bekal kuat dalam memahami tata kelola perbankan yang baik dan sesuai regulasi.
Selain itu, Junaidi juga aktif di sektor korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Persona Prima Utama yang merupakan bagian dari BNI Swadharma Group. Ia juga menjabat sebagai Chief of Advisory Board di Garuda Komisaris Sosial & Kreatif Group.
Riwayat Jabatan Junaidi Hisom
- Komisaris Independen di PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
- Direktur Operasional di PT Bank BNI Syariah
- Plt Direktur Risiko dan Kepatuhan di PT Bank BNI Syariah
- Komisaris Utama di PT Persona Prima Utama (BNI Swadharma Group)
- Chief of Advisory Board di Garuda Komisaris Sosial & Kreatif Group
Fit and Proper Test: Apa Itu dan Mengapa Penting?
Fit and proper test adalah ujian wajib yang dilakukan OJK untuk menilai kelayakan calon anggota dewan komisaris atau direksi di perusahaan jasa keuangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa individu yang akan menempati posisi strategis tersebut memiliki integritas, kompetensi, dan reputasi yang baik.
Proses ini mencakup penilaian terhadap latar belakang pribadi, rekam jejak profesional, serta pemahaman terhadap regulasi perbankan. Hasil dari ujian ini menjadi dasar pertimbangan OJK dalam memberikan rekomendasi atau persetujuan penunjukan.
Tahapan Fit and Proper Test
- Pendaftaran dan pengumpulan dokumen calon peserta
- Verifikasi administrasi dan latar belakang pribadi
- Wawancara untuk menguji pemahaman terhadap tata kelola perusahaan dan regulasi OJK
- Penilaian terhadap integritas dan rekam jejak profesional
- Pengumuman hasil uji oleh OJK
Masa Jabatan Junaidi di Bank Mandiri Taspen
Junaidi Hisom pertama kali diangkat sebagai Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Desember 2025. Masa jabatannya akan berlangsung hingga 4 Desember 2028. Selama periode ini, ia akan berperan dalam pengawasan dan memberikan masukan strategis terhadap kinerja bank.
Bank Mandiri Taspen merupakan bank yang berfokus pada pelayanan pensiunan, baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Dengan pengalaman Junaidi di bidang risiko dan tata kelola, kehadirannya diharapkan bisa memperkuat struktur pengawasan bank.
Peran Komisaris Utama Independen
Sebagai Komisaris Utama Independen, Junaidi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bank menjalankan operasional sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ia juga berperan dalam memberikan pengawasan independen terhadap kinerja manajemen.
Independen di sini berarti ia tidak memiliki hubungan bisnis atau afiliasi langsung dengan pemegang saham mayoritas. Ini penting untuk menjaga objektivitas dalam pengambilan keputusan dan pengawasan terhadap aktivitas bank.
Tantangan yang Dihadapi Bank Mandiri Taspen
Bank Mandiri Taspen menghadapi tantangan dalam menjaga pertumbuhan di tengah persaingan ketat di sektor perbankan. Fokus utama mereka adalah pada layanan pensiunan, yang membutuhkan pendekatan khusus dalam hal produk dan distribusi layanan.
Selain itu, bank juga perlu terus menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru dari OJK, termasuk dalam hal digitalisasi layanan dan pengelolaan risiko. Dengan pengalaman Junaidi di bidang ini, bank berharap bisa mengambil langkah strategis yang tepat.
Perbandingan Pengalaman Junaidi dengan Komisaris Lain
| Nama | Jabatan Sebelumnya | Pengalaman di Regulasi | Fokus Utama |
|---|---|---|---|
| Junaidi Hisom | Komisaris Utama Independen | Pengawasan risiko, kepatuhan | Tata kelola dan independensi |
| Panji Irawan | Direktur Utama | Manajemen operasional | Strategi bisnis dan ekspansi |
| Munadi Herlambang | Direktur BNI (belum uji fit and proper) | Pengelolaan keuangan korporasi | Efisiensi operasional |
Strategi Ke Depan Bank Mandiri Taspen
Bank Mandiri Taspen terus mengembangkan strategi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan memperkuat layanan digital agar lebih mudah diakses oleh nasabah pensiunan. Selain itu, bank juga mendorong program kewirausahaan pensiunan agar bisa menembus pasar ekspor.
Dengan bergabungnya Junaidi Hisom sebagai Komisaris Utama Independen, bank berharap bisa meningkatkan kapasitas pengawasan dan mendukung implementasi strategi jangka panjang dengan lebih baik.
Kesimpulan
Penunjukan Junaidi Hisom sebagai Komisaris Utama Independen Bank Mandiri Taspen merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Pengalamannya yang luas di sektor perbankan dan pengawasan risiko diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja bank ke depannya.
Namun, perlu dicatat bahwa informasi dan data dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Perubahan regulasi, kebijakan, atau struktur organisasi bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













