Menjelang Lebaran, stabilitas harga di sektor peternakan menjadi fokus utama. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyesuaian harga pakan ternak. JAPFA, salah satu produsen pakan ternak terbesar di Indonesia, memutuskan untuk melakukan sunat harga pakan. Langkah ini diharapkan bisa menjaga ketersediaan stok dan mencegah lonjakan harga menjelang hari raya.
Keputusan ini tidak diambil sembarangan. JAPFA menyesuaikan harga pakan secara berkala untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli peternak. Dengan begitu, stabilitas industri perunggasan bisa tetap terjaga meskipun permintaan meningkat tajam menjelang Lebaran.
Penyesuaian Harga Pakan: Strategi Menjaga Stabilitas
Industri perunggasan sangat rentan terhadap fluktuasi harga. Salah satu penyebab utamanya adalah ketergantungan pada harga pakan ternak. Pakan menjadi komponen biaya terbesar dalam budidaya ayam potong dan ayam petelur. Kenaikan harga pakan bisa langsung berdampak pada harga daging ayam dan telur di pasaran.
-
Mengatur Biaya Produksi Peternak
Dengan melakukan sunat harga pakan, JAPFA membantu peternak mengurangi tekanan biaya produksi. Ini penting agar peternak tidak terpaksa menaikkan harga jual saat permintaan meningkat. -
Menjaga Ketersediaan Stok
Stabilitas harga juga berdampak pada ketersediaan stok. Jika harga pakan terlalu tinggi, banyak peternak kecil yang terpaksa mengurangi produksi. Dengan harga yang terkendali, produksi bisa tetap berjalan normal.
Faktor yang Mendorong Penyesuaian Harga
Ada beberapa alasan di balik keputusan JAPFA untuk menyesuaikan harga pakan menjelang Lebaran. Semua ini terkait dengan kondisi pasar dan upaya menjaga rantai pasok tetap sehat.
1. Kenaikan Permintaan Menjelang Hari Raya
Menjelang Lebaran, permintaan daging ayam dan telur meningkat tajam. Hal ini wajar karena masyarakat banyak memasak menu berbahan dasar ayam atau telur saat perayaan. Lonjakan permintaan berpotensi mendorong harga naik drastis jika tidak diimbangi dengan pasokan yang stabil.
2. Volatilitas Harga Bahan Baku
Bahan baku pakan ternak seperti jagung dan kedelai sering mengalami fluktuasi harga. Kenaikan harga bahan baku bisa langsung berdampak pada harga pakan. JAPFA melakukan penyesuaian harga secara berkala untuk menyerap dampak ini tanpa membebani peternak secara berlebihan.
3. Kebijakan Pemerintah dan Regulasi
Pemerintah juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas harga. Kementerian Pertanian terus memantau rantai pasok dan memberikan arahan agar harga tetap terjangkau. JAPFA selaras dengan kebijakan ini dengan menyesuaikan harga pakan secara transparan dan terukur.
Dampak Penyesuaian Harga Pakan terhadap Pasar
Langkah yang diambil JAPFA tidak hanya berdampak pada peternak. Ini juga memengaruhi harga eceran, stabilitas pasar, dan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Stabilitas Harga Ayam dan Telur
Dengan harga pakan yang terkendali, peternak bisa memproduksi dengan biaya yang lebih terprediksi. Ini membantu menjaga harga jual ayam dan telur tetap stabil, meskipun permintaan sedang tinggi.
Perlindungan terhadap Peternak Kecil
Peternak skala kecil sering kali paling rentan terhadap lonjakan harga pakan. Penyesuaian harga yang dilakukan JAPFA memberikan ruang bagi peternak kecil untuk tetap bertahan dan berproduksi.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Harga ayam dan telur yang terkendali berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Saat harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, masyarakat bisa lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Tabel Perbandingan Harga Pakan Sebelum dan Sesudah Penyesuaian
Berikut adalah rincian perbandingan harga pakan ternak JAPFA sebelum dan sesudah penyesuaian menjelang Lebaran 2025:
| Jenis Pakan | Harga Sebelum (Rp/kg) | Harga Sesudah (Rp/kg) | Selisih (Rp/kg) |
|---|---|---|---|
| Pakan Starter | 12.500 | 12.200 | -300 |
| Pakan Grower | 11.800 | 11.600 | -200 |
| Pakan Finisher | 11.500 | 11.300 | -200 |
| Pakan Petelur | 12.000 | 11.800 | -200 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Strategi Jangka Panjang JAPFA dalam Menjaga Stabilitas
Langkah penyesuaian harga bukan hanya solusi jangka pendek. JAPFA juga memiliki strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas industri perunggasan.
1. Diversifikasi Sumber Bahan Baku
Untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber bahan baku, JAPFA terus mengembangkan diversifikasi. Ini termasuk menjalin kerja sama dengan petani lokal dan mengimpor bahan baku dari berbagai negara.
2. Inovasi Formulasi Pakan
JAPFA juga terus melakukan inovasi dalam formulasi pakan. Dengan menggunakan teknologi terbaru, perusahaan bisa menciptakan pakan yang lebih efisien dan hemat biaya tanpa mengurangi kualitas.
3. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Asosiasi
Kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga rantai pasok tetap stabil. JAPFA bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan berbagai asosiasi peternak untuk memastikan kebijakan yang diambil bisa dirasakan manfaatnya secara luas.
Kesimpulan
Langkah JAPFA dalam menyesuaikan harga pakan menjelang Lebaran adalah upaya nyata untuk menjaga stabilitas industri perunggasan. Dengan pendekatan yang transparan dan terukur, perusahaan membantu peternak tetap bertahan dan masyarakat tetap bisa menikmati harga yang terjangkau.
Penyesuaian ini bukan hanya soal harga, tapi juga soal keberlanjutan rantai pasok. Dengan menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli, JAPFA turut memastikan bahwa industri perunggasan tetap sehat dan siap menghadapi lonjakan permintaan di masa mendatang.
Disclaimer: Data harga dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













