Sederet bank besar Tanah Air sudah mempersiapkan dana hingga puluhan triliun rupiah jelang Idulfitri 1447 H atau tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan penarikan tunai dan aktivitas transaksi menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Pemerintah sendiri telah menetapkan jadwal libur nasional Idulfitri 2026 pada 21 dan 22 Maret, dengan tambahan cuti bersama pada 20, 23, dan 24 Maret. Perbankan memperkirakan kebutuhan uang tunai bakal melonjak selama periode ini. Selain menyiapkan uang tunai, bank juga memperkuat layanan digital agar masyarakat bisa tetap transaksi dengan aman dan nyaman.
Bagaimana sebenarnya kesiapan uang tunai di sejumlah bank besar seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BSI menjelang Lebaran 2026? Simak rinciannya di bawah ini.
Kesiapan Uang Tunai di Empat Bank Besar Jelang Lebaran 2026
Menjelang Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai selalu meningkat. Hal ini terutama terjadi karena tradisi THR, belanja kebutuhan lebaran, hingga aktivitas mudik. Untuk itu, bank-bank besar di Indonesia telah menyiapkan strategi matang, baik dari segi likuiditas maupun layanan digital.
Berikut adalah rincian kesiapan uang tunai dari empat bank besar di Indonesia menjelang Lebaran 2026.
1. BCA Siapkan Rp65,7 Triliun
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalokasikan dana tunai sebesar Rp65,7 triliun jelang Lebaran 2026. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa periode Ramadan dan Idulfitri menjadi waktu dengan perputaran uang yang sangat tinggi.
BCA tidak hanya memastikan ketersediaan uang tunai, tapi juga meningkatkan layanan digitalnya. Aplikasi myBCA, BCA mobile, KlikBCA, dan jaringan ATM BCA tetap bisa diakses 24 jam oleh nasabah.
2. Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan dana tunai sebesar Rp44 triliun untuk pengisian ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Alokasi ini naik 5% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp41,9 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut bahwa peningkatan alokasi ini sejalan dengan proyeksi lonjakan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
Bank Mandiri juga menyiapkan likuiditas non-tunai sebesar Rp18 triliun di Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast untuk mengantisipasi lonjakan transaksi selama 18 hingga 25 Maret 2026.
3. BNI Siapkan Rp23,97 Triliun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengalokasikan dana tunai senilai Rp23,97 triliun untuk mengantisipasi lonjakan penarikan menjelang Lebaran. Periode puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara 11 hingga 24 Maret 2026.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa dana tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan masyarakat. Dari total dana, Rp16,64 triliun dialokasikan untuk pengisian ATM dan CRM, sedangkan sisanya sebesar Rp7,33 triliun untuk transaksi di cabang.
4. BSI Siapkan Rp16 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan dana tunai sekitar Rp16 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Idulfitri 2026. Dana ini akan disalurkan melalui jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyebut bahwa pecahan uang yang tersedia di ATM antara lain Rp50.000 dan Rp100.000. Namun, BSI tidak menutup kemungkinan menyiapkan pecahan Rp20.000 untuk beberapa daerah tertentu.
Perbandingan Alokasi Uang Tunai Bank Jelang Lebaran 2026
Berikut adalah tabel perbandingan dana tunai yang disiapkan oleh empat bank besar jelang Lebaran 2026:
| Bank | Total Alokasi Tunai | Keterangan |
|---|---|---|
| BCA | Rp65,7 triliun | Termasuk pengisian ATM dan layanan digital |
| Mandiri | Rp44 triliun | Naik 5% YoY, plus Rp18 triliun untuk non-tunai |
| BNI | Rp23,97 triliun | Rp16,64 triliun untuk ATM, sisanya untuk cabang |
| BSI | Rp16 triliun | Disalurkan melalui cabang dan ATM |
Strategi Layanan Digital Selama Lebaran
Selain uang tunai, layanan digital juga menjadi fokus utama bank menjelang Lebaran. Dengan meningkatnya penggunaan e-money dan transfer digital, bank memastikan sistem digital tetap stabil dan aman selama libur panjang.
BCA dan Mandiri misalnya, memperkuat infrastruktur digital mereka agar nasabah tetap bisa bertransaksi kapan saja. BNI dan BSI juga melakukan monitoring berkala untuk memastikan semua layanan tetap berjalan lancar.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan masing-masing bank serta dinamika ekonomi menjelang Lebaran 2026. Informasi ini dihimpun dari pernyataan resmi bank dan sumber terpercaya terkait persiapan Idulfitri 1447 H.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













