Sejumlah direktur PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) melakukan pembelian saham dalam jumlah cukup signifikan pada akhir Februari 2026. Total saham yang diborong mencapai 162.800 unit, dengan harga tetap di angka Rp156 per saham. Transaksi ini tercatat sebagai bagian dari investasi pribadi para eksekutif bank tersebut, bukan upaya pengambilalihan atau pengendalian perusahaan.
Langkah ini mencerminkan keyakinan internal terhadap prospek jangka panjang emiten berkode BCIC di pasar modal Indonesia. Meski tidak mengubah struktur kepemilikan mayoritas, aksi beli kolektif ini cukup menarik untuk diamati, terutama dalam konteks sentimen investor dan stabilitas saham perbankan di tengah dinamika ekonomi global.
Rincian Pembelian Saham oleh Direksi
Sebanyak empat direktur Bank JTrust secara bersamaan membeli saham perseroan lewat skema repurchase agreement. Transaksi ini dilakukan di tengah situasi pasar yang dinilai kondusif, serta tidak menimbulkan perubahan kepemilikan pengendali.
1. Ritsuo Fukadai Tambah 3.100 Saham
Direktur Bank JTrust, Ritsuo Fukadai, membeli 3.100 saham senilai Rp483.600. Dengan tambahan ini, kepemilikannya naik dari 132.100 saham menjadi 135.200 saham. Meski jumlahnya tidak sebesar direktur lain, langkah ini tetap menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung nilai saham perseroan.
2. Djoko Prayitno Borong 63.900 Saham
Djoko Prayitno, juga direktur di Bank JTrust, menjadi salah satu pembeli terbesar dalam transaksi ini. Ia membeli 63.900 saham seharga Rp9.968.400. Kepemilikannya pun naik dari 2.774.000 saham menjadi 2.837.900 saham. Nilai transaksi ini menyumbang porsi besar dari total dana yang digunakan dalam aksi korporasi ini.
3. Helmi Arif Hidayat Ikut Borong Saham
Helmi Arif Hidayat, direktur lainnya, membeli jumlah saham yang sama dengan Djoko, yaitu 63.900 unit. Nilai transaksi yang dikeluarkan pun identik, sekitar Rp9.968.400. Kepemilikannya meningkat dari 2.778.300 saham menjadi 2.842.200 saham. Langkah ini menunjukkan konsistensi antar direktur dalam mendukung kinerja emiten.
4. Felix Istyono Hartadi Tambah 31.900 Saham
Felix Istyono Hartadi, direktur keempat, membeli 31.900 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4.976.400. Kepemilikannya naik dari 1.353.500 saham menjadi 1.385.400 saham. Meski nilainya lebih kecil dibandingkan dua direktur sebelumnya, tetapi tetap relevan dalam konteks total transaksi.
Total Dana yang Digunakan dalam Transaksi
Jumlah total dana yang dikeluarkan oleh keempat direktur mencapai sekitar Rp25.396.800. Dana tersebut digunakan untuk membeli 162.800 saham BCIC di harga Rp156 per saham. Transaksi ini dilakukan secara bersamaan dan tidak mengubah status pengendalian saham di perusahaan.
| Nama Direktur | Jumlah Saham Dibeli | Harga per Saham | Total Nilai Transaksi | Kepemilikan Setelah Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| Ritsuo Fukadai | 3.100 | Rp156 | Rp483.600 | 135.200 saham |
| Djoko Prayitno | 63.900 | Rp156 | Rp9.968.400 | 2.837.900 saham |
| Helmi Arif Hidayat | 63.900 | Rp156 | Rp9.968.400 | 2.842.200 saham |
| Felix Istyono Hartadi | 31.900 | Rp156 | Rp4.976.400 | 1.385.400 saham |
| Total | 162.800 | Rp156 | Rp25.396.800 |
Tujuan dan Makna Investasi
Transaksi ini dikategorikan sebagai investasi pribadi dan tidak bertujuan untuk mengambil alih kendali perusahaan. Dalam laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa para direktur bukan merupakan pemegang saham pengendali.
Langkah ini bisa dilihat sebagai bentuk optimisme internal terhadap kinerja Bank JTrust ke depan. Dengan membeli saham di harga pasar, direktur menunjukkan keyakinan bahwa nilai saham masih memiliki potensi untuk naik.
Respons Pasar terhadap Aksi Korporasi
Meski transaksi ini tidak mengubah struktur kepemilikan mayoritas, investor pasar bisa melihatnya sebagai sinyal positif. Kehadiran direktur sebagai pembeli saham bisa meningkatkan kepercayaan investor ritel maupun institusi.
Namun, perlu dicatat bahwa satu transaksi besar tidak serta merta menjamin kenaikan harga saham secara berkelanjutan. Banyak faktor lain seperti kinerja keuangan, kondisi makroekonomi, dan sentimen pasar yang turut memengaruhi pergerakan saham.
Catatan Penting untuk Investor
Investasi saham selalu memiliki risiko. Aksi beli oleh direktur bisa menjadi indikator positif, tetapi bukan jaminan kinerja di masa depan. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada riset menyeluruh, bukan hanya pada gerakan manajemen internal.
Harga saham bisa berubah sewaktu-waktu tergantung berbagai faktor. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini tidak bermaksud memberikan rekomendasi beli atau jual saham. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.










