Nasional

Rupiah Melesat Tajam, Sentuh Level Rp16.853 per Dolar AS!

Retno Ayuningrum
×

Rupiah Melesat Tajam, Sentuh Level Rp16.853 per Dolar AS!

Sebarkan artikel ini
Rupiah Melesat Tajam, Sentuh Level Rp16.853 per Dolar AS!

Nilai tukar rupiah terhadap Serikat (USD) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi global. Pasar nampak merespons positif terhadap dinamika politik dan ekonomi di luar negeri, khususnya terkait -langkah proteksionis yang diambil oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.

Mengacu pada data Bloomberg per Senin, 23 Februari 2026, rupiah mencatatkan posisi di angka Rp16.853 per USD. Ini merupakan penguatan sebesar 35 poin atau sekitar 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.894 per USD. Sementara itu, data dari Yahoo Finance mencatat rupiah sedikit lebih tinggi di angka Rp16.880 per USD, menunjukkan bahwa pergerakan mata uang Garuda masih cukup stabil di awal perdagangan.

Dinamika Rupiah dan Sentimen Pasar Global

Pergerakan rupiah hari ini terlihat cukup positif, namun analis memperkirakan bahwa tren ini mungkin tidak akan bertahan lama. Fluktuasi nilai tukar masih menjadi hal yang wajar mengingat kondisi ekonomi global yang dinamis. Banyak faktor dari luar negeri yang turut memengaruhi performa rupiah, terutama kebijakan moneter dan politik di negara maju seperti Amerika Serikat.

1. Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Meski dibuka menguat, tekanan dari dolar AS masih mungkin terjadi. Perkiraan kisaran nilai tukar rupiah hari ini adalah antara Rp16.880 hingga Rp16.910 per USD.

2. Pengaruh Kebijakan Trump terhadap Dolar AS

Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh pernyataan mantan Presiden AS, Donald Trump. Ia menyatakan rencana untuk menaikkan tarif global antara 10 hingga 15 persen sebagai langkah proteksionis. Hal ini muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan penggunaan kekuasaan daruratnya untuk memberlakukan tarif resiprokal.

3. Ketidakpastian Global dan Dampaknya pada Rupiah

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump menambah tekanan pada dolar AS. Namun, hal ini juga menciptakan situasi yang tidak stabil bagi mata uang-mata uang emerging market seperti rupiah. Meskipun ada peluang penguatan, risiko melemah tetap menghiasi horizon.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah tidak hanya ditentukan oleh kondisi domestik, tetapi juga oleh . Berikut adalah beberapa faktor utama yang turut memengaruhi arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

1. Kebijakan Moneter The Fed

Kebijakan suku bunga dan stimulus dari Federal Reserve (The Fed) sangat berpengaruh terhadap kekuatan dolar AS. Jika The Fed menaikkan suku bunga, dolar biasanya menguat. Sebaliknya, jika ada sinyal penurunan suku bunga, dolar cenderung melemah, memberi ruang bagi rupiah untuk menguat.

2. Sentimen Investor Global

Investor asing selalu memperhatikan stabilitas politik dan ekonomi di negara tujuan . Ketidakpastian politik, seperti yang terjadi di AS, bisa memicu perpindahan modal ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk rupiah jika kondisi domestiknya stabil.

3. Harga Komoditas Global

Indonesia sebagai negara eksportir , seperti sawit dan batu bara, sangat dipengaruhi oleh harga pasar global. Jika harga komoditas naik, penerimaan devisa bisa meningkat, yang berpotensi memperkuat rupiah.

Perbandingan Data Kurs Rupiah terhadap USD

Berikut adalah perbandingan data kurs rupiah terhadap dolar AS dari berbagai sumber terkini:

Sumber Data Kurs (Rp/USD) Perubahan (%)
Bloomberg 16.853 +0,21%
Yahoo Finance 16.880 0%
Bank Indonesia* 16.870 +0,10%

*Data BI bersifat referensi tengah

Tips Membaca Pergerakan Rupiah

Bagi pengguna jasa keuangan atau pelaku usaha yang terlibat transaksi , memahami pergerakan rupiah sangat penting. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

1. Pantau Data Makroekonomi Global

Fokus pada rilis data penting seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi di negara maju. Ini bisa menjadi indikator awal pergerakan dolar AS.

2. Gunakan Aplikasi Keuangan Terpercaya

Akses data real-time melalui platform keuangan terpercaya agar bisa mengambil keputusan dengan informasi terkini.

3. Pahami Pola Musiman Rupiah

Rupiah sering mengalami tekanan di awal tahun atau menjelang libur panjang. Memahami pola ini bisa membantu dalam pengelolaan risiko valuta asing.

Kesimpulan

Rupiah dibuka menguat di level Rp16.853 per USD, menunjukkan performa positif di awal perdagangan pekan ini. Namun, pengaruh kebijakan global, khususnya dari AS, tetap menjadi faktor penting yang bisa mengubah arah pergerakan. Meskipun ada potensi penguatan, risiko fluktuasi dan pelemahan tetap perlu diwaspadai.

Investor dan pelaku usaha disarankan untuk terus memantau perkembangan serta menggunakan strategi pengelolaan risiko yang tepat. Dengan begitu, bisa meminimalkan dampak negatif dari volatilitas nilai tukar.

Disclaimer: Data kurs dan prediksi yang disajikan bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu- tergantung pada kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.