Inovasi kuliner berbasis bahan lokal kini semakin mendapatkan tempat di panggung bisnis nasional. Salah satu kisah sukses yang mencuri perhatian datang dari Lapis Aren Linggau, sebuah usaha yang berhasil menembus babak kompetisi bergengsi Juragan Jaman Now Season 5.
Berdiri sejak tahun 2019, bisnis yang dirintis oleh Fadhillah Ramadhanti ini membawa misi mengangkat potensi gula aren dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kehadiran produk ini di layar kaca melalui program di Metro TV pada 9 Mei 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengolah bahan tradisional mampu bersaing di pasar modern.
Transformasi Gula Aren Menjadi Produk Modern
Lapis Aren Linggau tidak sekadar menjual kue lapis biasa. Fokus utama dari bisnis ini adalah melakukan diversifikasi produk dengan memanfaatkan gula aren sebagai bahan baku utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Berbagai varian produk yang ditawarkan mencakup kategori camilan hingga produk olahan kreatif. Berikut adalah daftar inovasi produk yang dikembangkan oleh Lapis Aren Linggau:
- Lapis Aren Linggau sebagai produk unggulan.
- Aren Crackers untuk segmen camilan renyah.
- Aren Coklat yang menyasar pasar pecinta kudapan manis.
- Aneka produk turunan lainnya yang terus dikembangkan.
Penggunaan gula aren sebagai bahan dasar utama bukan tanpa alasan. Lubuklinggau dikenal sebagai salah satu penghasil gula aren terbaik di Sumatera Selatan, sehingga kualitas bahan baku menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh kompetitor lain.
Strategi Pertumbuhan Bisnis yang Terukur
Keberhasilan Lapis Aren Linggau dalam mengelola modal awal sebesar Rp10 juta hingga menghasilkan profit berkali lipat menunjukkan manajemen keuangan yang sehat. Bisnis ini memiliki peta jalan yang jelas dalam melakukan ekspansi pasar dan peningkatan kapasitas produksi.
Untuk memahami bagaimana bisnis ini merencanakan masa depannya, terdapat beberapa tahapan strategis yang telah disusun. Berikut adalah rincian tahapan pengembangan bisnis Lapis Aren Linggau:
- Tahap pertama difokuskan pada penguatan area regional Sumatera melalui penambahan Central Kitchen.
- Tahap kedua mencakup penambahan cabang secara fisik di berbagai lokasi strategis.
- Tahap ketiga berfokus pada perluasan jaringan distribusi ke sektor hotel, retail, dan kafe.
Peningkatan kapasitas produksi ini diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan dukungan pendanaan yang tepat, target produksi massal dapat tercapai lebih cepat dan efisien.
Apresiasi Panelis dan Potensi Kolaborasi
Dalam ajang Juragan Jaman Now, Lapis Aren Linggau berhadapan dengan lima panelis berpengalaman, yakni Reino Barack, Irwan Mussry, Veronica Colondam, Rex Marindo, dan Sebastian Togelang. Kehadiran para mentor seperti Tom Mc Ifle dan Peter Shearer juga memberikan masukan berharga bagi keberlangsungan bisnis ini.
Sebastian Togelang memberikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang dijalankan. Menurutnya, terdapat pola pikir bisnis yang sehat dan solid, terlihat dari target serta margin keuntungan yang dipaparkan secara transparan.
Berikut adalah ringkasan penilaian dari para panelis terhadap performa bisnis Lapis Aren Linggau:
| Aspek Penilaian | Keterangan |
|---|---|
| Model Bisnis | Solid dan terukur |
| Potensi Pasar | Sangat besar untuk produk inovasi lokal |
| Margin Keuntungan | Jelas dan menjanjikan |
| Mindset Pengusaha | Fokus pada pertumbuhan sehat |
Tabel di atas menggambarkan mengapa Lapis Aren Linggau mampu menarik perhatian para investor. Selain model bisnis yang matang, potensi kolaborasi terbuka lebar bagi pengembangan usaha di masa depan.
Langkah Menuju Peserta Terjuragan
Setelah melalui proses presentasi yang intens, Lapis Aren Linggau akhirnya dinobatkan sebagai Peserta Terjuragan pada episode Batch 2. Penghargaan ini disertai dengan pemberian dana tambahan sebesar Rp10 juta sebagai modal pengembangan usaha.
Rex Marindo menekankan bahwa inovasi gula aren memiliki potensi pasar yang sangat luas. Meskipun belum ada kesepakatan kerja sama formal di panggung kompetisi, para panelis menyatakan kesiapan untuk melakukan tindak lanjut melalui pendampingan mentor.
Berikut adalah langkah-langkah yang akan ditempuh pasca kompetisi:
- Melakukan koordinasi intensif dengan mentor yang telah ditunjuk.
- Membentuk grup komunikasi untuk pembahasan kolaborasi lebih lanjut.
- Mengoptimalkan dana tambahan untuk peningkatan kapasitas produksi.
- Menjalankan rencana ekspansi sesuai dengan tahapan yang telah dipaparkan.
Dukungan dari para ahli di industri ini menjadi modal berharga bagi Lapis Aren Linggau. Ke depannya, diharapkan produk lokal ini mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.
Disclaimer: Data, nominal dana, dan informasi terkait program Juragan Jaman Now yang tercantum dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan penyelenggara dan perkembangan bisnis perusahaan terkait. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi bisnis.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













