PT Bank Mandiri baru saja mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan korporasinya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, bank berlogo pita emas ini resmi menetapkan pembagian dividen jumbo senilai Rp 44,47 triliun.
Angka fantastis tersebut setara dengan 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini sekaligus mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar di jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Rekor Dividen dan Kinerja Fundamental
Keputusan pembagian dividen ini bukan tanpa alasan, mengingat kinerja keuangan perseroan yang sangat solid sepanjang tahun 2025. Laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp 56,3 triliun menjadi bukti nyata dari fundamental perusahaan yang tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi.
Pertumbuhan kredit yang mencapai 13,4 persen secara tahunan menjadi motor penggerak utama, diikuti oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9 persen. Berikut adalah rincian perbandingan performa dividen Bank Mandiri untuk memberikan gambaran lebih jelas:
| Keterangan | Tahun Buku 2024 | Tahun Buku 2025 |
|---|---|---|
| Total Dividen | Tidak disebutkan | Rp 44,47 Triliun |
| Dividen per Saham (DPS) | Rp 466,18 | Rp 476,95 |
| Dividend Yield | Tidak disebutkan | 10,77% |
| Rasio Pembayaran | Tidak disebutkan | 79% |
Data di atas berdasarkan hasil RUPST 2026 dan dapat berubah sesuai dengan kebijakan perusahaan di masa depan.
Perlu diketahui bahwa sebagian dari total dividen tersebut, yakni sebesar Rp 9,3 triliun, sudah dibayarkan lebih awal dalam bentuk dividen interim pada Januari 2026. Sisanya akan segera didistribusikan kepada para pemegang saham sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pasca-RUPST.
Langkah Strategis Buyback Saham
Selain membagikan dividen, RUPST juga memberikan restu bagi manajemen untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini disiapkan dengan anggaran maksimal Rp 1,17 triliun yang akan dieksekusi dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.
Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan. Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan serta jajaran direksi.
Berikut adalah tahapan dan mekanisme yang akan dijalankan terkait rencana buyback tersebut:
- Persetujuan RUPST: Mendapatkan lampu hijau dari pemegang saham pada 29 April 2026.
- Periode Pelaksanaan: Dilakukan secara bertahap hingga 29 April 2027.
- Penyimpanan Saham: Saham hasil pembelian akan dikelola sebagai saham treasuri.
- Distribusi Saham: Dialihkan kepada karyawan dan pengurus perusahaan sesuai aturan OJK.
Langkah ini mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar. Dengan fundamental yang terjaga, perusahaan ingin memastikan bahwa nilai investasi pemegang saham tetap optimal.
Fokus Masa Depan dan Sinergi BUMN
Memasuki kuartal I 2026, Bank Mandiri terus menunjukkan tren positif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,4 triliun. Angka ini tumbuh 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang didukung oleh rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7 persen.
Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di angka 0,98 persen. Ke depan, bank ini memposisikan diri sebagai bagian penting dari ekosistem Danantara untuk mendukung program-program prioritas nasional.
Beberapa peran strategis yang akan dijalankan meliputi:
- Dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
- Kontribusi pada proyek pembangunan 3 juta rumah.
- Pengelolaan lebih dari 6.000 rekening Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.
Sinergi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk melayani masyarakat sepenuh hati. Dengan memperkuat peran sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berharap dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Data keuangan dan jadwal pembagian dividen dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan pengumuman resmi dari pihak emiten atau otoritas terkait. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













