PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,07 triliun untuk tahun buku 2025. Angka ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu.
Pembagian dividen ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 April 2026. Besarnya nilai distribusi dividen mencapai 60% dari laba bersih tahun 2025, yang tercatat sebesar Rp 6,78 triliun. Rasio ini konsisten dengan kebijakan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa CIMB Niaga menjaga keseimbangan antara pengembalian kepada investor dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Jadwal Resmi Pembagian Dividen CIMB Niaga 2025
Bagi investor yang ingin tahu kapan dana tersebut cair, penting memperhatikan jadwal pembagian dividen secara lengkap. Ada beberapa tahapan penting yang harus dipantau agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan bagian dari laba perusahaan.
1. Penetapan Tanggal-Tanggal Penting
Tanggal-tanggal penting dalam proses pembagian dividen mencakup cum dividen, ex dividen, hingga recording date. Semua ini menentukan siapa saja yang berhak menerima pembayaran dividen.
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 27 April 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 28 April 2026
- Cum dividen pasar tunai: 29 April 2026
- Recording date: 29 April 2026
- Ex dividen pasar tunai: 30 April 2026
2. Waktu Pembayaran Dividen Tunai
Setelah semua tahapan administrasi selesai, pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada tanggal yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Tanggal pembayaran dividen tunai: 13 Mei 2026
Untuk bisa mendapatkan hak atas dividen, nama investor harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 29 April 2026 pukul 16.00 WIB. Artinya, transaksi pembelian saham harus diselesaikan sebelum tanggal ex dividen agar hak dividen bisa dinikmati.
Besaran Dividen per Lembar Saham
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 4,07 triliun, dengan jumlah saham yang beredar sebanyak 25,14 miliar lembar. Dengan perhitungan sederhana, maka setiap lembar saham akan mendapat dividen sebesar sekitar Rp 161,77 sebelum dipotong pajak.
Nilai ini cukup menarik jika dibandingkan dengan harga saham BNGA di pasar sekunder. Investor jangka pendek pun bisa mempertimbangkan partisipasi di pasar sebelum ex dividen untuk mendapatkan tambahan return selain capital gain.
Pajak atas Dividen yang Diterima
Seperti halnya investasi lainnya, dividen yang diterima pemegang saham juga dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Besaran tarif pajak bisa berbeda tergantung status investor, apakah perseorangan atau badan hukum.
Investor perlu memastikan pelaporan pajak yang benar untuk menghindari risiko sanksi di kemudian hari. Informasi lebih lanjut soal tarif dan mekanisme pemotongan bisa dicek melalui pengumuman resmi dari Bursa Efek Indonesia atau konsultan pajak terpercaya.
Kinerja CIMB Niaga yang Mendukung Dividen
Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, menyampaikan bahwa kinerja keuangan bank sepanjang 2025 menjadi dasar utama dalam penetapan pembagian dividen. Laba bersih yang meningkat mencerminkan kesehatan bisnis serta konsistensi operasional CIMB Niaga di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Bank juga terus fokus pada efisiensi biaya, optimalisasi digital banking, serta ekspansi layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah modern. Hal ini membuat posisi CIMB Niaga tetap kuat meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi yang cukup signifikan.
Perbandingan Dividen CIMB Niaga dengan Emiten Bank Lain
Melihat besarnya dividen yang dibagikan, tak ada salahnya membandingkan dengan beberapa bank pelat merah lainnya. Data ini bisa menjadi referensi bagi investor dalam menyusun portofolio saham perbankan.
| Emiten | Tahun Buku | Laba Bersih | Dividen (Rp) | DPR (%) |
|---|---|---|---|---|
| BNGA | 2025 | Rp 6,78 triliun | Rp 4,07 triliun | 60% |
| BBRI | 2025 | Rp 10,2 triliun | Rp 5,1 triliun | 50% |
| BBCA | 2025 | Rp 8,5 triliun | Rp 4,25 triliun | 50% |
| BMRI | 2025 | Rp 7,9 triliun | Rp 3,95 triliun | 50% |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa CIMB Niaga memiliki rasio pembayaran dividen yang relatif tinggi dibandingkan beberapa bank besar lainnya. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap penghargaan investor jangka panjang.
Tips Memanfaatkan Dividen untuk Investasi Jangka Panjang
Bagi investor yang sudah mendapatkan dividen, ada beberapa langkah strategis yang bisa diambil agar dana tersebut berkembang lebih cepat.
1. Reinvestasi Dividen
Salah satu cara paling efektif adalah mereinvestasikan kembali dividen yang diterima ke bentuk saham atau instrumen investasi lainnya. Ini bisa dilakukan melalui program dividend reinvestment plan (DRIP) jika tersedia.
2. Diversifikasi Portofolio
Gunakan dana dividen untuk membeli aset baru yang belum dimiliki. Tujuannya untuk menyebar risiko dan meningkatkan potensi return secara keseluruhan.
3. Bangun Cadangan Darurat
Sebagian dari dividen juga bisa dialokasikan sebagai cadangan darurat. Idealnya, cadangan ini mencakup pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Jadwal dan besaran dividen bergantung pada keputusan resmi RUPST serta regulasi yang berlaku. Investor disarankan untuk selalu mengacu pada pengumuman resmi dari perusahaan dan Bursa Efek Indonesia.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













