Pemegang saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) punya alasan untuk tersenyum lebar. Pasalnya, bank yang terafiliasi dengan CIMB Group ini bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 4,07 triliun. Angka ini merupakan 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 6,78 triliun.
Dividen besar ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 April 2026. Pembayaran akan dilakukan maksimal 30 hari kalender setelah RUPST berlangsung. Sisanya, yakni sekitar Rp 2,71 triliun, akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Keputusan Dividen Jumbo, Cerminan Kinerja Positif CIMB Niaga
Kinerja CIMB Niaga sepanjang 2025 memang mencatatkan pertumbuhan yang solid. Laba bersih yang tinggi menjadi dasar utama keputusan pembagian dividen besar-besaran ini. Strategi bisnis jangka panjang bernama Forward30 juga dinilai berhasil membawa bank ini tetap kompetitif di tengah persaingan industri keuangan yang ketat.
Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, menyampaikan bahwa konsistensi kinerja ini mencerminkan kesehatan fundamental perusahaan. Dengan begitu, ekspektasi terhadap pertumbuhan berkelanjutan pun semakin tinggi ke depannya.
1. Pengangkatan Kembali Jajaran Manajemen
RUPST juga menyetujui sejumlah pengangkatan ulang dan penambahan anggota dewan pengurus. Didi Syafruddin Yahya kembali menjabat sebagai Presiden Komisaris, didampingi oleh Sri Widowati dan Farina J. Situmorang sebagai Komisaris Independen.
2. Struktur Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Di bagian DPS, M. Quraish Shihab kembali dipercaya sebagai Ketua. Ia didampingi oleh Yulizar Djamaluddin Sanrego dan Hamim Ilyas yang baru diangkat menggantikan Fathurrahman Djamil.
3. Penunjukan Direktur Baru
Budiman Tanjung resmi menjadi bagian dari jajaran direksi. Ia sebelumnya menjabat sebagai Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga. Penunjukan ini menunjukkan komitmen CIMB Niaga dalam memperkuat digital banking dan layanan jaringan.
Rencana Buyback Saham dan Penguatan Tata Kelola
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana buyback saham hingga 220.000 lembar dengan nilai maksimal Rp 480 juta. Saham-saham ini akan dialokasikan untuk program remunerasi berbasis saham bagi manajemen, khususnya yang termasuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT).
4. Pembaruan Anggaran Dasar dan Recovery Plan
RUPST juga menyetujui pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) serta perubahan anggaran dasar. Langkah ini dilakukan sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
5. Pengangkatan Kembali Auditor
Jimmy Pangestu dan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC) kembali dipercaya sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026. Hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap transparansi dan akurasi laporan keuangan CIMB Niaga.
Struktur Organisasi CIMB Niaga Pasca-RUPST
Berikut adalah susunan kepengurusan CIMB Niaga yang telah disetujui dalam RUPST 2026:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Didi Syafruddin Yahya
- Wakil Presiden Komisaris (Independen): Glenn Muhammad Surya Yusuf
- Komisaris Independen: Sri Widowati
- Komisaris Independen: Farina J. Situmorang
- Komisaris Independen: Dody Budi Waluyo
- Komisaris: Vera Handajani
- Komisaris: Novan Amirudin
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA
- Anggota: Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec.
- Anggota: Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag
Direksi
- Presiden Direktur: Lani Darmawan
- Direktur: Lee Kai Kwong
- Direktur: John Simon
- Direktur merangkap Direktur Kepatuhan: Fransiska Oei
- Direktur: Pandji P. Djajanegara
- Direktur: Henky Sulistyo
- Direktur: Joni Raini
- Direktur: Rusly Johannes
- Direktur: Noviady Wahyudi
- Direktur: Rico Usthavia Frans
- Direktur: Budiman Tanjung
Catatan: Pandji P. Djajanegara telah mengundurkan diri dan akan efektif sejak berlakunya pemisahan unit usaha syariah.
Investor Bisa Dapat Tambahan Pendapatan
Bagi investor yang memiliki saham BNGA, pembagian dividen tunai ini menjadi kabar baik. Dividen tunai memberikan nilai langsung yang bisa dinikmati, berbeda dengan dividen saham yang hanya menambah jumlah lembar saham tanpa menambah aliran kas.
Investor juga bisa melihat jadwal pembayaran dividen untuk memastikan penerimaan. Pembayaran akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah RUPST, yaitu sekitar pertengahan Mei 2026.
Perbandingan Dividen CIMB Niaga Tahun-Tahun Sebelumnya
| Tahun | Laba Bersih (Rp Triliun) | Dividen Tunai (Rp Triliun) | Persentase Dividen |
|---|---|---|---|
| 2023 | 4,98 | 2,49 | 50% |
| 2024 | 5,82 | 3,00 | 51,5% |
| 2025 | 6,78 | 4,07 | 60% |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi makro ekonomi serta kebijakan korporasi di masa mendatang.
Harapan Investor ke Tahun Depan
Dengan laba bersih yang terus meningkat dan komitmen membagikan dividen besar, investor punya alasan optimis melihat prospek CIMB Niaga ke depan. Apalagi, bank ini juga terus mengembangkan layanan digital dan produk ramah lingkungan melalui green financing syariah.
Namun, tetap perlu diingat bahwa industri perbankan tidak lepas dari risiko makro ekonomi. Fluktuasi suku bunga, ketidakpastian global, dan kebijakan moneter bisa memengaruhi kinerja ke depannya.
Bagi investor, memantau perkembangan laba, strategi ekspansi, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik tetap menjadi kunci dalam menilai potensi saham BNGA.
Pembagian dividen Rp 4,07 triliun ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap kinerja solid CIMB Niaga, tapi juga sinyal kuat bahwa bank ini tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengembalian kepada pemegang saham.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













