Bisnis perbankan di Tanah Air kian hari kian menunjukkan fleksibilitas dalam menghadirkan inovasi. Tidak hanya berfokus pada layanan keuangan konvensional, beberapa bank mulai melirik peluang di luar sektor tradisional. Salah satunya adalah Amar Bank yang baru saja mengumumkan keterlibatannya dalam industri perfilman. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jangkauan dan memperkuat brand awareness di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Melalui kerja sama dengan sutradara kondang Joko Anwar, Amar Bank menjadi sponsor utama film terbarunya yang berjudul Ghost in the Cell (2026). Film ini dijadikan sebagai media promosi aplikasi Tunaiku by Amar Bank. Dengan menggandeng nama besar Joko Anwar, bank ini berharap dapat meningkatkan engagement pengguna aplikasi digitalnya. Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa industri kreatif memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membangun keterlibatan emosional dengan masyarakat.
Strategi Amar Bank Masuk ke Dunia Perfilman
Langkah Amar Bank ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, bank ini juga telah mendukung berbagai kegiatan dalam industri kreatif, seperti menjadi sponsor utama JAFF Market 2025 dan film Rangga & Cinta (2025). Namun, kolaborasi terbaru dengan Joko Anwar dianggap sebagai langkah strategis yang lebih terarah. Film Ghost in the Cell diproyeksikan memiliki daya tarik tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang menjadi target utama Amar Bank.
1. Menjadi Sponsor Film Ghost in the Cell
Sebagai sponsor utama, Amar Bank tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga memanfaatkan film ini sebagai media promosi aplikasi Tunaiku. Aplikasi ini menawarkan berbagai layanan keuangan digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah modern. Dengan menghadirkan konten yang relevan dan menarik, bank ini berharap dapat menarik lebih banyak pengguna baru.
2. Meningkatkan Brand Awareness di Kalangan Milenial
Generasi milenial dan Gen Z menjadi fokus utama strategi ini. Mereka adalah konsumen digital yang sangat terhubung dengan dunia hiburan dan teknologi. Dengan bermitra dengan Joko Anwar, Amar Bank berharap dapat membangun hubungan emosional yang kuat dengan target audiens. Ini adalah langkah cerdas dalam membangun loyalitas merek di tengah persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat.
3. Mendorong Pertumbuhan Aplikasi Tunaiku
Tunaiku by Amar Bank adalah salah satu layanan unggulan bank ini. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur menarik seperti pembayaran digital, pinjaman online, dan layanan keuangan lainnya yang ramah pengguna. Dengan memanfaatkan momentum film Ghost in the Cell, Amar Bank berharap dapat meningkatkan jumlah unduhan dan pengguna aktif aplikasi ini.
Mengapa Industri Kreatif Menjadi Pilihan Amar Bank?
Industri kreatif bukan hanya soal hiburan. Di balik layar, sektor ini memiliki nilai ekonomi yang besar dan terus berkembang. Menurut Vishal Tulsian, Amar Bank melihat industri ini sebagai peluang untuk tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia. Selain itu, industri kreatif juga memberikan ruang untuk kolaborasi dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi fokus utama Amar Bank.
1. Potensi Ekonomi yang Tinggi
Industri kreatif di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan adanya dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, sektor ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar. Amar Bank memanfaatkan peluang ini dengan menjadi bagian dari ekosistem yang sedang berkembang pesat.
2. Relevansi dengan Generasi Muda
Generasi muda adalah konsumen utama di industri kreatif. Mereka lebih mudah terhubung dengan konten yang menarik dan inovatif. Dengan terlibat langsung dalam produksi film, Amar Bank dapat membangun brand image yang lebih dekat dengan target audiens utamanya.
3. Mendorong Inklusi Keuangan
Melalui kerja sama ini, Amar Bank juga berharap dapat mendorong inklusi keuangan di kalangan masyarakat. Dengan menyajikan layanan keuangan yang mudah diakses melalui aplikasi Tunaiku, bank ini ingin membantu lebih banyak orang dalam mengelola keuangan mereka secara digital.
Perbandingan Strategi Amar Bank dengan Bank Lain
| Aspek | Amar Bank | Bank Lain |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Industri kreatif dan UMKM | Sektor konvensional |
| Media Promosi | Film dan aplikasi digital | Iklan tradisional dan digital |
| Target Audiens | Milenial dan Gen Z | Umum |
| Pendekatan | Kolaborasi kreatif | Sponsor dan iklan |
Strategi Amar Bank ini berbeda dari kebanyakan bank lain yang masih mengandalkan iklan tradisional. Dengan memilih pendekatan yang lebih kreatif dan emosional, Amar Bank berhasil menciptakan kesan yang lebih mendalam di benak konsumen.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Langkah Amar Bank memasuki industri perfilman tentu tidak datang tanpa tantangan. Persaingan di sektor ini sangat ketat, terutama dalam hal menarik perhatian audiens. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan konten berkualitas, bank ini memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia.
1. Meningkatkan Kualitas Konten Promosi
Untuk tetap relevan, Amar Bank perlu terus meningkatkan kualitas konten promosi yang disajikan. Kolaborasi dengan pihak kreatif seperti Joko Anwar adalah langkah awal yang tepat. Namun, bank ini juga perlu terus mengembangkan ide-ide baru agar tetap menarik di mata konsumen.
2. Meningkatkan Layanan Aplikasi Tunaiku
Aplikasi Tunaiku harus terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna secara maksimal. Fitur-fitur baru yang inovatif dan ramah pengguna akan menjadi kunci utama dalam menarik lebih banyak pengguna.
3. Membangun Ekosistem Kolaborasi
Amar Bank juga perlu membangun ekosistem kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku industri kreatif lainnya. Dengan begitu, bank ini dapat terus memperluas jaringan dan meningkatkan eksistensinya di sektor ini.
Kesimpulan
Langkah Amar Bank menjadi sponsor film Ghost in the Cell adalah cerminan dari strategi bisnis yang inovatif dan adaptif. Dengan memanfaatkan industri kreatif, bank ini tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan generasi muda. Ke depannya, Amar Bank berpotensi terus menjajaki sektor-sektor lain yang terkait dengan gaya hidup dan budaya, demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan bisnis dan kebijakan perusahaan terkait.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













