Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mulai menarik perhatian publik jelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang akan digelar pada 2026. Salah satu tokoh yang mulai mempersiapkan diri adalah Anthony Leong, yang resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026–2029.
Langkah ini menandai dimulainya tahapan politik internal organisasi yang punya pengaruh besar terhadap dinamika pengusaha muda di Tanah Air. Anthony, yang dikenal aktif di berbagai komunitas bisnis, mengusung visi menjadikan Hipmi sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional.
Visi Membawa Hipmi Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi
Anthony Leong tidak hanya ingin memimpin Hipmi sebagai organisasi kepengurusan. Ia punya ambisi lebih besar: menjadikan Hipmi sebagai ekosistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Visi ini dirancang agar organisasi yang sudah berusia lebih dari 50 tahun ini tetap relevan dan responsif terhadap tantangan ekonomi modern.
Menurutnya, Hipmi harus terus berevolusi menjadi rumah besar bagi pengusaha muda di seluruh Indonesia. Bukan sekadar wadah, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun infrastruktur bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
1. Perluasan Akses Kolaborasi
Langkah pertama yang akan ditempuh adalah memperluas akses kolaborasi antara pengusaha daerah dengan pelaku bisnis nasional maupun internasional. Ini penting untuk membuka peluang baru dan mengurangi kesenjangan antara pengusaha di kota besar dan daerah.
2. Penguatan Jejaring Bisnis
Jejaring bisnis yang kuat menjadi modal utama dalam mempercepat pertumbuhan usaha. Anthony berencana membangun platform digital yang memudahkan pengusaha muda untuk saling terhubung, berbagi peluang, dan mengembangkan sinergi usaha.
3. Pemerataan Akses Permodalan
Masalah utama pengusaha daerah seringkali adalah terbatasnya akses permodalan. Anthony menawarkan solusi berupa program inkubasi dan pendanaan berbasis ekosistem yang lebih terbuka dan inklusif.
Konsolidasi ke 29 Provinsi Sebagai Dasar Strategi
Sebelum resmi mendaftar, Anthony mengaku telah melakukan konsolidasi selama delapan bulan ke 29 provinsi di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memahami langsung tantangan dan harapan pengusaha lokal.
Dari hasil konsolidasi tersebut, ia menyimpulkan bahwa pengusaha daerah membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan. Mereka butuh akses nyata ke pasar, teknologi, dan pendanaan yang selama ini masih terkonsentrasi di pulau Jawa.
Mendorong Kapasitas Pengusaha Naik Kelas
Anthony menegaskan bahwa seluruh program yang ia tawarkan bukan sekadar retorika. Ia ingin menciptakan dampak nyata dengan mendorong kapasitas pengusaha lokal agar bisa naik kelas. Ini bukan hanya soal omzet atau skala usaha, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar global.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis data, ia percaya bahwa pengusaha muda dari berbagai daerah bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional di masa depan.
Menjalin Kembali Kerja Sama dengan Pemerintah
Setelah Munas XVIII berakhir, Anthony berharap bisa menjalin kembali kerja sama yang erat dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga nasional lainnya. Kolaborasi ini penting untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan mendukung pertumbuhan inklusif.
Hipmi, menurutnya, harus menjadi jembatan antara pengusaha dan kebijakan publik. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil bisa langsung menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha, terutama yang berada di lini terdepan.
Peran Hipmi di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, peran organisasi seperti Hipmi menjadi semakin strategis. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga garda depan dalam mempercepat adaptasi pengusaha lokal terhadap perubahan.
Anthony percaya bahwa dengan memperkuat kapasitas organisasi dan menjadikannya sebagai ekosistem yang inklusif, Hipmi bisa menjadi lokomotif yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari akar rumput.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana menjaga relevansi Hipmi di tengah persaingan organisasi serupa dan perubahan kebiasaan generasi muda berwirausaha. Namun, Anthony melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat positioning Hipmi sebagai mitra strategis pemerintah dan pengusaha.
Dengan pendekatan yang lebih modern dan inklusif, Hipmi bisa menjadi rumah besar yang benar-benar mewakili kepentingan pengusaha muda dari Sabang sampai Merauke.
Data dan Informasi Terkait Pendaftaran
Berikut adalah informasi terkait tahapan pendaftaran Calon Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026–2029:
| Tahapan | Tanggal | Keterangan |
|---|---|---|
| Pembukaan Pengambilan Formulir | 6 April 2026 | Diumumkan oleh Steering Committee Munas XVIII |
| Pengambilan Formulir oleh Anthony Leong | 8 April 2026 | Dilakukan di Sekretariat BPP Hipmi, Menara Bidakara 2 |
| Pelaksanaan Munas XVIII | Juli 2026 | Waktu dan tempat akan diumumkan lebih lanjut |
Disclaimer: Informasi dalam tabel dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan Steering Committee Munas XVIII BPP Hipmi. Harap selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Menjaga Momentum Menuju Munas XVIII
Munas XVIII BPP Hipmi menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Dengan visi yang jelas dan strategi yang terukur, diharapkan hasil Munas nanti bisa menjadi titik awal bagi transformasi besar dalam ekosistem pengusaha muda Indonesia.
Langkah-langkah konkret yang diusung oleh Anthony Leong, seperti penguatan jejaring dan pemerataan akses modal, menjadi modal awal untuk mewujudkan visi Hipmi sebagai lokomotif ekonomi nasional.
Penutup
Perjalanan Hipmi sebagai organisasi pengusaha muda tidak hanya soal prestise atau kepengurusan. Ini tentang bagaimana organisasi ini bisa menjadi kekuatan nyata dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan figur seperti Anthony Leong yang membawa visi strategis, harapan ini bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah arah yang bisa dicapai.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













