Transaksi digital kian menjamur di era modern ini. Semakin banyak orang yang memilih metode pembayaran non-tunai karena dinilai lebih praktis dan aman. Salah satu instrumen yang sedang naik daun adalah QRIS cross border, khususnya yang ditawarkan oleh BNI. Tren ini terus mengalami peningkatan, terutama sepanjang tahun 2025.
Bank BNI mencatat lonjakan transaksi QRIS lintas negara hingga 240% secara year-on-year menjelang akhir 2025. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan teknologi pembayaran berbasis QR Code saat bepergian ke luar negeri.
Perkembangan QRIS Cross Border BNI
Lonjakan transaksi ini tidak datang dari mana-mana. Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan penggunaan QRIS cross border di BNI. Mulai dari peningkatan mobilitas masyarakat hingga kesiapan infrastruktur digital di negara tujuan wisata.
1. Cakupan Layanan QRIS Cross Border Kini Lebih Luas
BNI telah menghadirkan layanan QRIS cross border di lima negara utama. Negara-negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Kelimanya merupakan destinasi favorit bagi wisatawan Indonesia.
Negara-negara ini dipilih karena memiliki tingkat adopsi teknologi digital yang tinggi. Selain itu, ekosistem pembayaran berbasis QR Code juga sudah cukup matang di sana.
2. Dominasi Transaksi dari Malaysia
Dari kelima negara tersebut, Malaysia menjadi penyumbang transaksi terbesar. Negara ini memiliki kedekatan geografis dan budaya dengan Indonesia. Mobilitas warga Indonesia ke Malaysia pun sangat tinggi.
Selain itu, banyak merchant di Malaysia yang sudah siap menerima pembayaran QRIS. Hal ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dan nyaman bagi pengguna.
3. Jenis Transaksi yang Paling Banyak Digunakan
Mayoritas transaksi QRIS cross border digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja kebutuhan pokok, pembelian makanan dan minuman, hingga pembayaran transportasi umum.
Fitur ini juga memungkinkan pengguna untuk langsung membayar dalam mata uang lokal. Tidak perlu lagi menukar uang tunai sebelum bepergian.
Faktor-Faktor yang Mendukung Lonjakan Transaksi
Peningkatan transaksi QRIS cross border tidak hanya terjadi di BNI. Bank lain juga mencatat tren serupa. Namun, BNI berhasil mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 240% pada akhir 2025.
1. Perubahan Perilaku Wisatawan
Wisatawan kini lebih memilih menggunakan pembayaran digital ketimbang uang tunai. Alasannya sederhana, lebih praktis dan mengurangi risiko kehilangan uang.
QRIS cross border memberikan kemudahan akses tanpa perlu kartu kredit atau aplikasi asing. Cukup dengan aplikasi mobile banking BNI, transaksi bisa dilakukan di mana saja.
2. Kesiapan Merchant di Luar Negeri
Keberhasilan QRIS cross border juga sangat bergantung pada kesiapan merchant di negara tujuan. Semakin banyak merchant yang menerima QRIS, semakin tinggi pula adopsi pengguna.
Di negara-negara seperti Malaysia dan Singapura, banyak merchant yang sudah terhubung dengan sistem QRIS Indonesia. Ini mempermudah transaksi lintas negara.
3. Dukungan Infrastruktur Digital
Pemerintah dan bank sentral berperan penting dalam pengembangan QRIS cross border. Melalui kerja sama bilateral, sistem QRIS Indonesia bisa terhubung dengan sistem pembayaran negara lain.
BNI sebagai salah satu bank pelopor, terus mengembangkan fitur QRIS cross border agar lebih user-friendly dan aman.
Perbandingan Pertumbuhan QRIS Cross Border Bank-Bank Besar
Selain BNI, bank lain juga mencatat pertumbuhan transaksi QRIS cross border. Namun, angka yang diraih BNI tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan bank sejenis.
| Bank | Pertumbuhan QRIS Cross Border (2025) |
|---|---|
| BNI | 240% |
| BCA | 186% |
| BTN | 50% (diproyeksikan 2026) |
| Mandiri | Tersedia di Korea Selatan |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa BNI menjadi yang tertinggi dalam hal pertumbuhan transaksi QRIS cross border. Ini menunjukkan bahwa strategi digital BNI cukup efektif dalam menarik minat pengguna.
Proyeksi ke Depan: QRIS Cross Border Makin Digemari
Melihat tren saat ini, QRIS cross border diproyeksikan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. Banyak faktor yang mendukung, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kenyamanan pengguna.
1. Ekspansi ke Negara Baru
BNI berencana memperluas jangkauan QRIS cross border ke negara-negara lain. Targetnya adalah negara-negara yang menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Indonesia.
Dengan begitu, pengguna tidak hanya terbatas pada lima negara yang sudah ada. Semakin banyak pilihan, semakin besar potensi transaksi.
2. Peningkatan Edukasi Pengguna
Salah satu hambatan utama dalam adopsi QRIS cross border adalah kurangnya edukasi. Banyak pengguna yang belum tahu cara menggunakannya atau ragu karena takut ditagih biaya tambahan.
BNI terus melakukan edukasi melalui berbagai kanal. Mulai dari media sosial hingga panduan di aplikasi mobile banking.
3. Integrasi dengan Fitur Lain
Ke depan, QRIS cross border akan diintegrasikan dengan fitur-fitur lain dalam aplikasi BNI. Seperti fitur pengingat transaksi, riwayat perjalanan, hingga rekomendasi merchant.
Ini akan membuat pengalaman pengguna semakin menyenangkan dan informatif.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025. Angka pertumbuhan dan proyeksi ke depan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan, regulasi, dan kondisi makro ekonomi global. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak dijadikan sebagai acuan keputusan investasi atau keuangan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













