Nasional

Tren Ekonomi 2026: Kontribusi Sektor MBG pada Penerimaan Pajak dan Perkembangan Industri Plastik yang Ramah Lingkungan

Retno Ayuningrum
×

Tren Ekonomi 2026: Kontribusi Sektor MBG pada Penerimaan Pajak dan Perkembangan Industri Plastik yang Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Tren Ekonomi 2026: Kontribusi Sektor MBG pada Penerimaan Pajak dan Perkembangan Industri Plastik yang Ramah Lingkungan

Program (MBG) kembali jadi sorotan, bukan hanya karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, tapi juga kontribusinya terhadap penerimaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka-bukaan soal penerimaan pajak dari implementasi MBG yang bisa menyumbang sekitar 3 hingga 5 persen dari total anggaran program. Angka ini cukup menarik, mengingat total pagu MBG mencapai Rp335 triliun.

Selain itu, isu tentang industri plastik yang mulai menjajaki diversifikasi sumber bahan baku juga ramai dibahas. Di tengah tantangan global dan keterbatasan pasokan, langkah ini dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan produksi. Dua topik ini jadi pilihan pembaca paling banyak di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Selasa, 7 April 2026.

Penerimaan Pajak dari Program MBG

yang awalnya hadir sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, ternyata juga memberikan dampak langsung pada penerimaan negara. Dari total pagu sebesar Rp335 triliun, penerimaan pajak dari implementasi program ini bisa menyentuh angka 3 hingga 5 persen. Artinya, negara bisa mendapatkan tambahan pendapatan hingga Rp16,75 triliun hanya dari pajak yang terkait dengan pelaksanaan MBG.

Pendapatan ini berasal dari berbagai komponen, seperti pembelian bahan baku pangan, distribusi, hingga jasa katering yang terlibat dalam proses pelaksanaannya. Dengan begitu, MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan dan gizi masyarakat, tapi juga menjadi salah satu kontributor dalam neraca keuangan negara.

1. Pengadaan Bahan Baku Pangan

Salah satu sumber penerimaan pajak terbesar berasal dari pengadaan bahan baku pangan. Proses ini melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, distributor, hingga pengolah makanan. Setiap transaksi ini dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Distribusi dan Logistik

Distribusi juga menjadi bagian penting dalam proses MBG. Dari pengiriman bahan baku hingga makanan siap saji, semua proses ini melibatkan jasa logistik yang terkena pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak lainnya.

3. Jasa Katering dan Penyediaan Makanan

Banyak perusahaan katering yang terlibat dalam proses penyediaan makanan untuk program MBG. Jasa ini juga menjadi sumber penerimaan pajak, baik dari PPh maupun PPN yang dikenakan terhadap transaksi jasa mereka.

Harga Emas Dunia dan Pergerakannya

Di sisi lain, harga emas dunia kembali mengalami penurunan. Pergerakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump yang kembali meningkatkan ancaman terhadap Iran membuat investor cenderung menjauh dari safe haven seperti emas.

Meski begitu, penurunan ini tidak terlalu signifikan. Harga emas masih berada dalam kisaran yang wajar, dan banyak analis memperkirakan akan ada koreksi kembali ke arah atas jika ketegangan ini mereda.

1. Penurunan Harga Emas di Pegadaian

Harga yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) juga mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari daftar harga dan Galeri 24 yang kompak turun di hari yang sama. Penurunan ini mencerminkan pergerakan harga emas global yang juga sedang melemah.

2. Reaksi Pasar Terhadap Ketegangan Geopolitik

Investor global kembali waspada terhadap risiko geopolitik. Ketika ketegangan meningkat, biasanya emas akan naik sebagai safe haven. Namun, jika ancaman hanya sebatas retorika tanpa tindakan nyata, harga emas bisa justru turun karena sentimen negatif terhadap risiko yang dianggap berlebihan.

Industri Plastik dan Diversifikasi Bahan Baku

Industri plastik di Indonesia tengah mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku. Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mulai menjajaki kerja sama dengan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada melalui North American Free Trade Agreement (NAFTA).

Langkah ini penting mengingat keterbatasan pasokan bahan baku di dalam negeri dan tekanan global terhadap industri plastik. Dengan diversifikasi sumber, industri ini bisa tetap berjalan dengan stabil meski menghadapi tantangan global.

1. Keterbatasan Pasokan Lokal

Pasokan bahan baku plastik di Indonesia masih tergantung pada impor. Keterbatasan ini membuat industri rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan global. Dengan diversifikasi, industri bisa mengurangi ketergantungan ini.

2. Kerja Sama dengan NAFTA

Kerja sama dengan NAFTA membuka peluang akses ke bahan baku berkualitas dari Amerika Utara. Ini bisa menjadi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan industri plastik nasional.

3. Keberlanjutan Produksi

Dengan akses ke berbagai sumber bahan baku, industri plastik bisa menjaga keberlanjutan produksi. Ini penting untuk menjaga saing produk plastik Indonesia di pasar global.

Promo Minyak Goreng dan Dampaknya pada Daya Beli

Di tengah kondisi ekonomi yang masih pulih, berbagai toko ritel menawarkan menarik untuk produk kebutuhan pokok. Salah satunya adalah promo minyak goreng yang dijual hanya Rp36 ribu untuk 2 liter. Promo ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menghemat pengeluaran bulanan.

Promo semacam ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga bisa mendorong peningkatan volume penjualan ritel. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi strategi untuk menarik pelanggan dan membangun loyalitas merek.

1. Strategi Pemasaran Ritel

Promo harga seperti ini adalah bagian dari strategi pemasaran jangka pendek yang efektif. Dengan menawarkan produk kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, toko ritel bisa menarik lebih banyak pelanggan.

2. Dampak pada Daya Beli Masyarakat

Masyarakat dengan daya beli terbatas bisa mendapatkan kebutuhan dasar dengan harga lebih terjangkau. Ini membantu meringankan beban pengeluaran tangga, terutama di masa-masa ekonomi yang belum stabil.

3. Potensi Peningkatan Volume Penjualan

Meski harga produk diturunkan, volume penjualan yang tinggi bisa tetap memberikan keuntungan. Ini karena penjualan massal bisa menutupi margin keuntungan yang lebih kecil per unit.

Tabel Perbandingan Harga Emas UBS dan Galeri 24

Berikut adalah perbandingan harga emas dan Galeri 24 di Pegadaian pada tanggal 7 April 2026:

Jenis Emas Harga UBS (Rp) Harga Galeri 24 (Rp)
1 gram 980.000 985.000
2 gram 1.950.000 1.960.000
5 gram 4.850.000 4.875.000
10 gram 9.700.000 9.750.000

Harga ini sudah termasuk PPN dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada pergerakan harga emas dunia.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan dan kondisi pasar. Harga produk dan kebijakan program dapat berbeda di waktu yang berbeda. Pembaca disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru dari sumber resmi.


Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber berita populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Selasa, 7 April 2026. Isi dan urutan topik disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isu-isu ekonomi yang sedang hangat dibahas.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.