Finansial

Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Borong Saham dalam Aksi Kompak, Ini Harga yang Dikeluarkan

Herdi Alif Al Hikam
×

Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Borong Saham dalam Aksi Kompak, Ini Harga yang Dikeluarkan

Sebarkan artikel ini
Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Borong Saham dalam Aksi Kompak, Ini Harga yang Dikeluarkan

Sejumlah PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) baru saja melakukan aksi saham secara bersamaan. Langkah ini menunjukkan kepercayaan internal terhadap prospek perusahaan meski harga saham berada di zona merah.

Transaksi pembelian saham dilakukan pada 26 Maret 2026 lalu. Empat nama direksi tercatat membeli saham BCIC dengan harga yang relatif terkoreksi dibanding awal tahun. Meski demikian, langkah ini bisa diartikan sebagai bentuk optimisme terhadap ke depannya.

1. Ritsuo Fukadai Borong Saham di Harga Terkoreksi

Ritsuo Fukadai, Direktur Utama Bank JTrust Indonesia, membeli 3.900 unit saham BCIC. Harga pembelian per sahamnya adalah Rp 127, atau turun 20,12% sejak awal tahun.

Total dana yang dikeluarkan Ritsuo mencapai Rp 495.300. Setelah transaksi ini, jumlah saham yang dimilikinya menjadi 138.100 unit. Meski proporsinya kecil, yakni 0,001% dari total hak suara, langkah ini tetap mencerminkan komitmen terhadap perusahaan.

2. Djoko Prayitno Tambah Porsi Saham BCIC

Direktur Credit Risk and Management All Delinquencies, R. Djoko Prayitno, juga ikut memborong saham. Ia membeli 78.900 unit saham di harga Rp 126 per lembar.

Harga tersebut mencerminkan penurunan 20,75% sejak awal tahun. Total nilai transaksi yang dikeluarkan Djoko mencapai Rp 9,94 juta. Kepemilikan sahamnya kini mencapai 2,92 juta unit atau 0,016% dari total hak suara.

3. Felix I. Hartadi Ikut Menyerok Saham BCIC

Felix I. Hartadi, dan Corporate Legal, membeli 39.200 unit saham BCIC. Harga pembelian per sahamnya sama dengan Ritsuo, yakni Rp 127.

Dana yang dikeluarkan Felix sebesar Rp 4,98 juta. Dengan transaksi ini, total kepemilikan sahamnya menjadi 1,42 juta unit atau 0,008% hak suara.

4. Helmi A. Hidayat Borong Saham di Harga Lebih Murah

Helmi A. Hidayat, Direktur Keuangan dan Perencanaan, menjadi pembeli saham dengan harga terendah. Ia membeli 81.100 unit saham BCIC di harga Rp 123 per lembar.

Harga ini mencerminkan koreksi 22,64% sejak awal tahun. Total pengeluaran Helmi mencapai Rp 9,97 juta. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya menjadi 2,92 juta unit atau 0,016% hak suara.

Pergerakan Saham BCIC Pasca Transaksi

Pada Selasa (31/3/2026), saham BCIC dibuka di harga Rp 129 per lembar. Harga ini turun 1,53% dibanding hari sebelumnya. Namun dalam rentang seminggu, harga saham ini justru menguat 4,88%.

Langkah pembelian saham oleh para direksi bisa menjadi sinyal positif bagi investor. Terlebih, saat ini harga saham masih berada di level yang terkoreksi cukup dalam sepanjang tahun.

Perbandingan Transaksi Saham Direksi BCIC

Berikut rincian transaksi pembelian saham oleh Indonesia:

Nama Direksi Jumlah Saham Dibeli Harga per Saham Total Dana Kepemilikan Setelah Transaksi
Ritsuo Fukadai 3.900 unit Rp 127 Rp 495.300 138.100 unit (0,001%)
R. Djoko Prayitno 78.900 unit Rp 126 Rp 9,94 juta 2,92 juta unit (0,016%)
Felix I. Hartadi 39.200 unit Rp 127 Rp 4,98 juta 1,42 juta unit (0,008%)
Helmi A. Hidayat 81.100 unit Rp 123 Rp 9,97 juta 2,92 juta unit (0,016%)

Apa Makna dari Aksi Beli Saham Ini?

Aksi beli saham oleh para direksi bisa diartikan sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Terlebih, semua transaksi dilakukan di harga yang terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun.

Langkah ini juga bisa menjadi indikator bahwa manajemen percaya pada potensi pertumbuhan BCIC ke depan. Apalagi, saat ini bank sedang berupaya memenuhi regulasi BEI terkait saham.

Kondisi Terkini Saham BCIC

Sejak awal tahun hingga Maret 2026, saham BCIC mengalami tekanan harga cukup signifikan. Namun, dalam sepekan terakhir, harga saham mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Harga saham yang saat ini berada di kisaran Rp 129 per lembar masih tergolong dibandingkan beberapa bulan lalu. Hal ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham dengan valuasi yang lebih menarik.

Strategi Investor Menghadapi Koreksi Saham

Bagi investor, koreksi harga saham bisa menjadi peluang untuk membeli saham dengan harga lebih rendah. Namun, penting untuk tetap memperhatikan fundamental perusahaan dan prospek bisnis ke depan.

Investor juga perlu memperhatikan langkah-langkah manajemen perusahaan, seperti aksi beli saham oleh direksi. Ini bisa menjadi sinyal positif terkait ekspektasi kinerja perusahaan di masa mendatang.

Disclaimer

Harga saham dan informasi transaksi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. dalam artikel ini bersifat terbatas dan hanya mencerminkan kondisi hingga tanggal publikasi.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.