PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp485,18 miliar, naik 47,47% secara tahunan dibandingkan periode yang sama di 2024 yang hanya mencatat laba Rp329,00 miliar. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Bank Nobu dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan.
Salah satu pendorong utama pencapaian ini adalah pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp2,48 triliun, naik 17,09% secara tahunan. Meskipun beban bunga juga meningkat sebesar 19,60% menjadi Rp1,34 triliun, pendapatan bunga bersih tetap tumbuh positif sebesar 14,24% menjadi Rp1,13 triliun. Selain itu, pendapatan komisi juga memberikan kontribusi signifikan, naik 73,51% menjadi Rp471,47 miliar.
Kinerja Keuangan Bank Nobu Sepanjang 2025
1. Laba Bersih Naik Hampir 50%
Laba bersih Bank Nobu mencatatkan lonjakan yang cukup mencolok, yaitu 47,47% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari Rp329,00 miliar pada 2024, laba bersih meningkat menjadi Rp485,18 miliar di akhir 2025. Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa strategi bisnis yang diterapkan Bank Nobu mulai membuahkan hasil.
2. Pendapatan Bunga Bersih Tumbuh 14,24%
Pendapatan bunga bersih Bank Nobu mencapai Rp1,13 triliun, naik 14,24% dibandingkan periode yang sama di 2024 yang hanya mencatat Rp992,85 miliar. Peningkatan ini menunjukkan bahwa bank semakin efektif dalam memanfaatkan selisih antara bunga yang diterima dari kredit dan bunga yang dibayarkan kepada nasabah.
3. Pendapatan Komisi Naik 73,51%
Selain pendapatan bunga, pendapatan komisi juga menjadi andalan Bank Nobu. Pada 2025, pendapatan komisi mencapai Rp471,47 miliar, naik 73,51% dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp271,73 miliar. Ini menunjukkan bahwa bank semakin agresif dalam mengembangkan layanan non-bunga seperti transaksi investasi dan layanan keagenan.
4. Beban Operasional Turun 9,98%
Beban operasional lainnya mengalami penurunan sebesar 9,98% menjadi Rp515,56 miliar dari sebelumnya Rp572,69 miliar. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan laba operasional Bank Nobu yang mencapai Rp618,67 miliar, naik 47,25% dibandingkan 2024.
5. Laba Operasional Naik 47,25%
Laba operasional Bank Nobu tumbuh 47,25% menjadi Rp618,67 miliar, menunjukkan efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan yang seimbang. Meskipun ada rugi non-operasional sebesar Rp1,19 miliar, laba tahun berjalan sebelum pajak tetap mencatat kenaikan 46,25% menjadi Rp617,47 miliar.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
1. Penyaluran Kredit Naik 20,07%
Penyaluran kredit Bank Nobu mencapai Rp24,23 triliun di akhir 2025, naik 20,07% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat Rp20,18 triliun. Peningkatan ini menunjukkan bahwa bank semakin aktif dalam menyalurkan kredit ke berbagai sektor ekonomi.
2. Dana Pihak Ketiga (DPK) Tembus Rp28,95 Triliun
Total dana pihak ketiga (DPK) Bank Nobu mencapai Rp28,95 triliun, naik dari Rp24,35 triliun di tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa bank berhasil menarik lebih banyak dana dari nasabah, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.
Indikator Kesehatan Keuangan Bank Nobu
1. Rasio KPMM Turun Menjadi 22,29%
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Nobu turun dari 23,79% pada 2024 menjadi 22,29% di akhir 2025. Meskipun mengalami penurunan, rasio ini masih berada dalam kisaran yang aman dan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
2. NPL Gross dan NPL Net Semakin Baik
Kualitas kredit Bank Nobu juga menunjukkan peningkatan. NPL gross turun dari 0,47% menjadi 0,44%, dan NPL net turun dari 0,35% menjadi 0,32%. Angka ini menunjukkan bahwa risiko kredit yang dihadapi bank semakin kecil.
3. Net Interest Margin (NIM) Menyusut Menjadi 3,59%
Net interest margin (NIM) Bank Nobu mengalami sedikit penurunan dari 3,74% menjadi 3,59%. Penurunan ini bisa jadi disebabkan oleh tekanan bunga yang lebih tinggi pada sisi beban dibandingkan pendapatan.
4. Efisiensi Biaya Operasional
Biaya operasional terhadap pendapatan operasional turun dari 82,80% pada 2024 menjadi 79,93% di akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa Bank Nobu semakin efisien dalam mengelola biaya operasionalnya.
Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Nobu 2024 vs 2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp329,00 miliar | Rp485,18 miliar | 47,47% |
| Pendapatan Bunga | Rp2,12 triliun | Rp2,48 triliun | 17,09% |
| Beban Bunga | Rp1,12 triliun | Rp1,34 triliun | 19,60% |
| Pendapatan Komisi | Rp271,73 miliar | Rp471,47 miliar | 73,51% |
| DPK | Rp24,35 triliun | Rp28,95 triliun | 18,90% |
| Penyaluran Kredit | Rp20,18 triliun | Rp24,23 triliun | 20,07% |
| NPL Gross | 0,47% | 0,44% | -0,03% |
| NPL Net | 0,35% | 0,32% | -0,03% |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan laporan keuangan yang tersedia dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi makro ekonomi dan kebijakan internal bank.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













